Pegiat Seni Kaltim Tagih Janji Rudy-Seno Soal Fasilitas Budaya

Pegiat Seni Kaltim Tagih Janji Rudy-Seno Soal Fasilitas Budaya

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Senin, 18 Mei 2026 19:29 WIB
Pembina Sanggar Seni Pandji Keroan Koetai Bersatu, Awang Irwan Setiawan.
Pembina Sanggar Seni Pandji Keroan Koetai Bersatu, Awang Irwan Setiawan. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Samarinda -

Kalangan penggiat seni dan budaya di Kalimantan Timur (Kaltim) menilai perhatian pemerintah provinsi terhadap sektor kesenian masih belum terasa. Meski kepemimpinan Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji telah berjalan lebih dari satu tahun, fasilitas seni dan budaya dinilai masih minim.

Hal tersebut disampaikan Pembina Sanggar Seni Pandji Keroan Koetai Bersatu, Awang Irwan Setiawan. Ia mengaku hingga kini para pelaku seni belum melihat adanya langkah konkret yang berpihak pada pengembangan seni dan budaya daerah.

Menurut Awang, saat masa kampanye sempat muncul harapan besar dari kalangan seniman terkait dukungan pemerintah terhadap para pencipta seni. Namun sampai sekarang, ia menilai realisasi dari harapan tersebut belum tampak di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu memang ada penyampaian soal perhatian terhadap para pelaku seni dan budaya. Tapi sampai saat ini kami belum merasakan adanya perhatian khusus itu," ujar Awang kepada kepada detikKalimantan, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, para pegiat seni tidak mempersoalkan urusan politik maupun pilihan dalam kontestasi Pilkada. Bagi mereka, yang terpenting adalah adanya kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal di Kalimantan Timur.

Awang juga menyoroti pentingnya dukungan fasilitas bagi komunitas seni. Menurutnya, hingga kini para penggiat seni masih membutuhkan ruang yang memadai untuk berkegiatan, mulai dari latihan hingga pertunjukan.

"Kami berharap ada tempat khusus semacam gedung atau teater yang bisa dipakai pelaku seni untuk latihan dan pentas. Itu yang sangat dibutuhkan sekarang," katanya.

Meski menyampaikan kritik, Awang mengaku tidak ingin membandingkan kepemimpinan saat ini dengan periode sebelumnya. Ia menilai setiap pemimpin memiliki kebijakan dan pendekatan masing-masing.

"Kami bukan bicara politik. Harapan kami sederhana, siapa pun pemimpinnya, seni dan budaya daerah tetap diperhatikan dan diberi ruang untuk berkembang," tutupnya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads