Lagu Mamangun Mahaga Lewu merupakan salah satu lagu kebanggaan dari Kalimantan Tengah yang liriknya berbahasa Dayak. Di balik keindahan alunan nadanya, lagu ciptaan Agustin Teras Narang ini menyimpan pesan moral yang sangat mendalam.
Jika diterjemahkan, judul tersebut berarti membangun dan menjaga kampung. Bukan sekadar membangun kecintaan terhadap tanah air, masyarakat diajak untuk menjaga kekayaan ekologi di daerah.
Begitu populernya, karya ini sangat dikenal luas oleh masyarakat setempat, mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa, dan kerap diajarkan di berbagai sekolah. Yuk, kita ketahui terjemahan dan makna Mamangun Mahaga Lewu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lirik Mamangun Mahaga Lewu
Aku manyanyi manyampai kabujur
Maninting itah akan ije Kapakat
Pakat mamangun mahaga lewu
Lewu maju kasanang maningkat
Tagal nahuang maraup amas
Lanting sedot mangarak baras
Himba pahewan lepah talampas
Metu karayap galabah uras
Ela laya yo ela laya
Mamangun mahaga lewu
Sanang mangat eka kahimat
Bahu himba harajut ihaga
Terjemahan
Aku menyanyi menyampaikan pesan
Mengajak untuk bersatu tekad
Sepakat membangun dan menjaga kampung
Kampung maju kesejahteraan meningkat
Karena ingin meraup emas
Rakit penambang menghancurkan betung
Hutan porak poranda
Marga satwa resah gelisah
Janganlah lengah yo janganlah lengah
Membangun dan menjaga kampung
Hidup sejahtera menjadi tujuan
Hutan rimba tetap dijaga
Makna Lagu Mamangun Mahaga Lewu
Makna lagu Mamangun Mahaga Lewu dibahas secara mendalam, salah satunya dalam Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Volume. 4 Nomor. 2 Juni 2025 dalam artikel berjudul Mengkaji Makna Syair Lagu "Mamangun Mahaga Lewu" oleh Agustin Teras Narang Nadia Halima Putri dan Dwi Wahyu Candra Dewi.
1. Peringatan Terhadap Keserakahan dan Kritik Eksploitasi Alam
Mamangun Mahaga Lewu memiliki makna mendalam yang bisa dipahami sebagai peringatan tegas terhadap kelalaian dan keserakahan manusia, serta kritik atas eksploitasi alam yang berlebihan. Hal ini terlihat jelas dari lirik, "Tagal nahuang maraup amas / Lanting sedot mangarak baras / Himba pahewan lepah talampas / Metu karayap galabah uras."
Lirik tersebut mengilustrasikan secara konkret bagaimana ambisi mencari keuntungan sesaat dapat memicu kerusakan lingkungan dan meresahkan satwa di dalamnya.
2. Ajakan Membangun dan Menjaga Tanah Air
Selain itu, lagu ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk membangun dan menjaga tanah air secara kolektif. Pesan luhur ini tersirat kuat dalam penggalan lirik, "Aku manyanyi manyampai kabujur / Maninting itah akan ije Kapakat / Pakat mamangun mahaga lewu / Lewu maju kasanang maningkat".
Ini menegaskan pentingnya kesepakatan bersama (ije Kapakat) untuk meraih kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
3. Pentingnya Tanggung Jawab
Karya ini juga membawa makna penegasan tentang pentingnya rasa tanggung jawab agar kita tidak lalai dalam menjaga lingkungan. Penegasan tersebut disuarakan melalui lirik, "Ela laya yo ela laya / Mamangun mahaga lewu / Sanang mangat eka kahimat / Bahu himba harajut ihaga."
Pengulangan frasa "Ela laya" sengaja disematkan untuk membangkitkan kesadaran dan mengingatkan para pendengarnya agar terus menjaga kelestarian hutan rimba demi kesejahteraan bersama.
Nah, pada intinya, Mamangun Mahaga Lewu adalah peringatan tegas mengenai bahaya kelalaian dan keserakahan manusia yang berujung pada kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam. Sebab hal ini bisa mendatangkan kehancuran di masa mendatang.
(bai/aau)