Besei Kambe Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Kalteng

Besei Kambe Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 di Kalteng

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Senin, 22 Jun 2026 18:20 WIB
Kelompok ibu-ibu mengikuti lomba Besei Kambe di kawasan bawah Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S Parman, Kota Palangka Raya. (dok Polda Kalteng)
Foto: Kelompok ibu-ibu mengikuti lomba Besei Kambe di kawasan bawah Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S Parman, Kota Palangka Raya. (dok Polda Kalteng)
Palangka Raya -

Semangat Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 diwarnai dengan gelaran Lomba Besei Kambe yang digagas Polda Kalimantan Tengah. Perlombaan tradisional khas masyarakat Dayak itu menjadi ajang memadukan olahraga, budaya, dan kebersamaan dalam satu momentum.

Kompetisi balap dayung ini berlangsung di kawasan bawah Jembatan Sungai Kahayan, Jalan S. Parman, Kota Palangka Raya. Puluhan tim dari satuan kerja Polda Kalteng, jajaran kepolisian, hingga masyarakat umum ikut ambil bagian memeriahkan perlombaan tersebut.

Besei Kambe dipilih bukan sekadar sebagai hiburan dalam rangkaian Hari Bhayangkara. Polda Kalteng menjadikannya sebagai bentuk nyata pelestarian budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, mengatakan rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara tahun ini memang diarahkan untuk mengangkat nilai-nilai budaya daerah. Menurutnya, kepolisian ingin menghadirkan peringatan yang lebih dekat dengan identitas masyarakat Kalimantan Tengah.

"Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80, Polda Kalteng menyelenggarakan beberapa kegiatan perlombaan yang dititikberatkan pada kegiatan yang bersifat kearifan lokal. Hingga hari ini perlombaan masih banyak berlangsung," ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, Besei Kambe merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Karena itu, tradisi tersebut dinilai penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

"Ini merupakan perlombaan turun-temurun, warisan para leluhur kita di Kalimantan Tengah. Kami berharap dengan dilombakan, budaya ini bisa tetap terpelihara dan tetap terjaga," tuturnya.

Lebih dari sekadar perlombaan mendayung, Besei Kambe juga mengandung filosofi kehidupan yang kuat. Nilai ketangkasan, keberanian, kerja sama, dan kekompakan menjadi pesan utama yang tercermin dalam setiap pertandingan.

Nilai-nilai tersebut dinilai selaras dengan semangat pengabdian anggota Polri dalam menjalankan tugas melayani masyarakat. Karena itu, perlombaan tradisional ini menjadi simbol penting yang menghubungkan budaya lokal dengan semangat Bhayangkara.

"Kita berharap juga dari makna perlombaan ini, terjadi juga kedekatan antara polisi dengan masyarakat," pungkasnya.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads