Kubu Raya - Menyambut Imlek 2577 Kongzili, Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie di Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalbar membuat dua lampion raksasa. Berikut penampilannya.
Melihat Lebih Dekat Lampion Raksasa yang Siap Meriahkan Imlek di Kubu Raya
Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie di Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalbar menghadirkan dua lampion raksasa. Lampion tersebut diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia dan menjadi magnet bagi warga untuk berfoto.
Lampion raksasa itu memiliki perimeter masing-masing sepanjang 22,8 meter atau berdiameter 7,26 meter dengan tinggi mencapai 4,4 meter. Proses pengerjaannya telah berlangsung selama tiga minggu dan ditargetkan rampung satu minggu sebelum perayaan Imlek.
“Harus selesai sebelum Imlek, pasti selesai,” ujar Lai Ket Liong, Seksi Perlengkapan Vihara Tri Dharma Hiang Thian Siang Tie kepada detikKalimantan, Rabu (4/2/2026).
Lai Ket Liong yang mengaku terlibat langsung dalam pengerjaan, menyebut pembangunan lampion raksasa ini sudah menjadi tradisi tahunan sejak 2019, bahkan terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Kami mulai membuat lampion sejak tahun 2019, waktu pandemi Covid-19. Tapi dulu ukurannya belum sebesar ini. Tahun ini yang paling besar,” katanya.
Menurutnya, keberadaan lampion tersebut tidak hanya menarik minat warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar Kalbar. Setiap hari, area vihara ramai dipadati masyarakat yang datang untuk melihat dan mengabadikan momen. Apalagi nanti ketika sudah memasuki Imlek.
Ia pun dengan optimis menyebut lampion tersebut sebagai yang terbesar, bukan hanya di Kalbar, tetapi juga di Indonesia.
“Kami berani bilang ini lampion terbesar di Indonesia, karena sejauh yang kami tahu, di tempat lain belum ada yang seperti ini,” ungkapnya.
Lai Ket Liong menceritakan bahwa pengerjaan lampion melibatkan enam hingga delapan orang. Mulai dari proses membelah bambu, merangkai rangka, memasang kain, hingga pengecatan dan pemasangan lampu.
Rangka lampion dibuat dari bambu yang disambung menyesuaikan bentuk, lalu dibalut kain. Menariknya, kain yang digunakan dibuat utuh tanpa sambungan.
Lai Ket Liong mengungkapkan ide pembuatan lampion raksasa ini berasal dari ketua vihara. Berawal dari konsep sederhana lampion kecil yang dirangkai, lalu dikembangkan menjadi desain besar dan megah seperti sekarang.