Kutai Kartanegara - Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno diperiksa KPK terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari
Senyum Ketua Pemuda Pancasila saat Tiba di Gedung KPK
Japto tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (10/3/2026). Ia nampak sempat melemparkan senyuman.
Sekedar diketahui, Kasus TPPU tersebut merupakan pengembangan dari perkara korupsi yang menjerat Rita Widyasari. Mantan kepala daerah tersebut sebelumnya telah divonis bersalah dalam kasus suap dan gratifikasi terkait perizinan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Japto sebelumnya juga pernah diperiksa oleh penyidik KPK dalam perkara yang sama pada Februari tahun lalu. Pemeriksaan lanjutan ini dilakukan untuk memperdalam informasi yang dibutuhkan dalam proses penyidikan kasus TPPU tersebut.
Rita dijerat sebagai tersangka korupsi terkait izin batu bara saat menjabat Bupati Kukar. Rita diduga meminta uang dalam bentuk dollar AS untuk setiap metrik ton batu bara yang dieksplorasi. Dari situ, penyidik menduga Rita telah mengumpulkan duit jutaan dolar.
KPK pun mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari hasil dugaan korupsi itu. Berdasarkan hasil penelusuran KPK, ada bagian dari uang itu yang diduga mengalir ke pengusaha sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Kaltim, Said Amin. KPK juga telah melakukan penggeledahan di rumah Said Amin.
KPK pun terus mengikuti aliran uang (follow the money). KPK kemudian menggeledah rumah Japto. Dari sana, KPK menyita 11 unit mobil hingga uang senilai Rp 56 miliar.
Seusai diperiksa, Japto nampak tak tersenyum. Ia tidak banyak bicara, justru bertanya balik ke wartawan.
"Anda dari mana? Dari media apa?," ujar Japto seusai diperiksa Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Awak media sempat beberapa kali bertanya mengenai apa saja yang dibahas saat pemeriksaan. Namun Japto tidak menjawab dengan gamblang.
"Tanya penyidik dong kok tanya sama saya," jelasnya.
Awak media terus bertanya kepada Japto mengenai materi pemeriksaan. Japto pun hanya menjawab singkat.
"Ditanya mengenai tanggung jawab hukum saya," ucapnya.
Sekedar diketahui, dikutip dari tulisan Abdul Arif soal Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno lahir dari pasangan Mayor Jenderal (Purn.) Ir. KPH (Kanjeng Pangeran Haryo) Soetarjo Soerjosoemarno, dan Dolly Zegerius.
Ia datang dari keluarga ningrat. Japto juga dikenal merupakan saudara dari pemain film Marini.
Japto terpilih sebagai Ketum Pemuda Pancasila pada tahun 1981 di Cibubur. Pemuda Pancasila di bawah kepemimpinan Japto pun moncer.
Apalagi saat itu organisasi kemasyarakatan ini menjadi mitra pemerintahan Presiden Suharto. Pemuda Pancasila di bawah Japto juga dikenal sebagai kelompok 'bodyguard' dalam acara-acara tertentu.
