6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

Foto

6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Minggu, 19 Apr 2026 08:01 WIB

Sekadau - Butuh waktu 6,5 jam untuk Tim SAR dan ratusan prajurit TNI mengevakuasi 8 korban heli jatuh di Sekadau, Kalbar. Berikut potret momen evakuasinya.

Lokasi serpihan diduga ekor helikopter yang hilang kontak dan jatuh di Sekadau, Kalbar (dok.Antara)
Serpihan helikopter Airbus H130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang hilang kontak, ditemukan di Bukit Puntak, kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (16/4) lalu.

Tim SAR langsung terjun ke lapangan, dibantu oleh TNI yang mengerahkan helikopter Super Puma. Tim SAR juga menggunakan sepeda motor hingga mobil untuk menjangkau area sulit. Foto: dok. Antara
SEKADAU, INDONESIA - APRIL 17: (----EDITORIAL USE ONLY - MANDATORY CREDIT - 'INDONESIAN SEARCH AND RESCUE AGENCY (BASARNAS) / HANDOUT' - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS----) Search and rescue (SAR) teams evacuate the bodies of victims following a helicopter crash in Sekadau Regency, West Kalimantan, Indonesia on April 17, 2026. According to data from local authority all eight people on board, including two crew members, were confirmed dead. (Photo by Basarnas/Anadolu via Getty Images)
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah tim dari Yonif TP 833/BD yang dipimpin Mayor Inf Ikhwan berhasil menemukan titik jatuh helikopter di wilayah perbukitan pada Kamis (18/4) malam.

Proses evakuasi korban dilaksanakan pada Jumat (17/4) dini hari dari titik lokasi di Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau menuju posko Tim SAR gabungan di Gereja Katolik Santo Yohanes, Dusun Gandis. Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu
Proses evakuasi 8 jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau.
Dua kru dan enam penumpang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lima jenazah mulanya dievakuasi terlebih dahulu, sambil menunggu tiga korban lainnya yang sempat terjepit di badan heli. Foto: Istimewa
Jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau tiba di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Polda Kalbar, Pontianak. (dok Istimewa)
Butuh waktu 6,5 jam evakuasi akibat kondisi geografis yang ekstrem serta keterbatasan akses kendaraan. Tim SAR dibantu ratusan personel TNI yang dikerahkan melibatkan Poskotis Korem 121/Alambhana Wanawai, Yonif TP 833/BD, Yonif 642/Kps serta Kodim 1204/Sanggau, melakukan evakuasi di medan hutan yang sulit dijangkau. Seluruh korban diterbangkan menuju Rumah Sakit Anton Soedjarwo Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut. Foto: Istimewa
Prajurit TNI bantu evakuasi korban helikopter jatuh di Sekadau, Kalbar (dok.TNI)
Sebanyak delapan jenazah yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang dievakuasi menggunakan kantong jenazah dari Basarnas dengan cara dipikul secara manual melewati medan hutan dan perbukitan sehingga memerlukan waktu cukup lama. Foto: Istimewa
Seorang warga menutup hidung saat melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Hingga saat ini belum ada kepastian penyebab kecelakaan Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera mengirim data teknis helikopter PK-CFX ke Prancis sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab pasti.

Langkah ini diambil karena helikopter tersebut tidak dilengkapi perangkat perekam data penerbangan atau black box seperti pesawat komersial. Investigator KNKT, Dian Saputra, mengatakan data yang akan dikirim berasal dari engine data recorder merekam performa mesin sebelum insiden terjadi. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Seorang warga menutup hidung saat melihat puing-puing Helikopter Airbus H130 registrasi PK-CFX yang jatuh di kawasan Bukit Puntak, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/4/2026). Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Helikopter Airbus H130 PK-CFX milik Matthew Air Nusantara dengan pilot Capt Marindra Wibowo bersama kopilot Harun Arasyid itu mengalami kecelakaan pada Kamis (16/4) yang menewaskan dua awak beserta enam penumpang, dan seluruh jenazah telah dievakuasi ke Pontianak. Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
6,5 Jam Waktu Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads