Rumah warga di Sungai Debu, Desa Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Tak hanya itu, pembakaran juga disertai teror penembakan.
Teror itu menimpa seorang pria paruh baya bernama Komar. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat satu rumah di Sungai Dabu Estate (SDE) yang berada di area Putih Arai Blok C dilalap api. Rumah itu disebut kediaman Komar.
Video lain memperlihatkan Komar menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke rumah warga sekitar dalam kondisi syok. Korban tampak terduduk lemas dan diberi minum oleh warga yang berupaya menenangkannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsubsektor Air Upas, Ipda Badruzzaman, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia menegaskan, kondisi korban tidak separah informasi yang beredar di media sosial.
"Isu yang menyebutkan korban mengalami pembacokan hingga bersimbah darah itu tidak benar. Korban hanya mengalami luka gores dan memar," kata Badruzzaman, Senin (12/1/2026).
Korban dibawa ke klinik kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan dan perawatan medis. Pihak kepolisian pun masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan sementara dari saksi dan korban, diduga ada tiga orang pelaku yang terlibat dalam aksi teror tersebut.
"Korban sudah kami bawa ke klinik dan diduga pelaku ada tiga orang," ujar Badruzzaman.
Terpisah, Perwakilan Forum Pemuda Air Upas Peduli Andreas Chandra menilai rentetan teror yang kembali terjadi di Desa Air Upas tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele. Hal itu disampaikan oleh perwakilan forum.
"Teror di Sungai Debu ini harus menjadi atensi serius. Ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan, tetapi sudah mengancam keselamatan dan nyawa masyarakat," tegas Andreas.
Menurutnya, serangkaian aksi teror yang terjadi belakangan ini berdampak besar terhadap kondisi psikologis warga dan menimbulkan rasa takut yang berkepanjangan.
"Masyarakat hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Kami berharap aparat kepolisian bertindak tegas dan serius agar kejadian seperti ini tidak terus berulang," ujarnya.
Andreas juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna membantu mengungkap pelaku teror yang selama ini meresahkan warga Desa Air Upas.
Sebelumnya, teror serupa terjadi pada 2 Januari 2026 malam. Pondok sawit milik warga bernama Ali di Dusun Kalibambang, tepatnya di jalur hauling arah Ibul-Air Durian dibakar OTK.
Kejadian serupa kembali terjadi pada 8 Januari 2026 sekira pukul 19.00 WIB, di Dusun Petuakan, Kampung/Dukuh Penampaan. Pondok sawit milik Bujung menjadi sasaran pembakaran oleh OTK.
(sun/des)
