Lokasi perkemahan pramuka di kawasan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, beralih fungsi. Tempat itu disalahgunakan oleh bandar sebagai tempat transaksi narkoba dan judi.
Dilansir detikSumut, terdapat beberapa barak yang didirikan para pelaku di lokasi dan digunakan sebagai sarang judi dan narkoba. Tempat itu bahkan dilengkapi sistem pengamanan ketat untuk mendeteksi polisi. Cara kerjanya juga terorganisir dengan rapi.
Meski demikian, akhirnya aparat berhasil menggerebek sarang narkoba dan judi tersebut. Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan penggerebekan berlangsung pada Senin dan Selasa, 19-20 Januari 2026. Selain Bumi Perkemahan Sibolangit, barak di sekitar Hotel Lotus Sibolangit juga menjadi sasaran penggerebekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mengecek bahwa ada dua lokasi yang digunakan untuk barak-barak narkoba, jaringan narkoba, dan perjudian. Ironisnya, satu lokasi ini yang sebenarnya peruntukannya adalah untuk kegiatan pramuka, Bumi Perkemahan Pramuka, tetapi dijadikan sebagai lokasi untuk penggunaan narkoba dan perjudian," kata Calvijn, Rabu (21/1/2026).
Menurut Calvijn, modus para pelaku sangat terorganisir. Mereka sengaja memasang portal-portal di lokasi perkemahan itu untuk mengawasi dan menyaring orang yang akan masuk.
"Ini sangat terorganisir, mulai dari konsep masuknya, adanya pengawasan-pengawasan yang sangat ketat dan pengamanan-pengamanan, adanya sekat-sekat yang sangat bervariasi," bebernya.
Orang-orang di sana dilengkapi handy talky untuk berkomunikasi demi mencegah aparat penegak hukum mengendus sarang narkoba tersebut. Mereka juga menyiapkan senjata tajam apabila sewaktu-waktu ada polisi yang mencoba masuk. Puluhan senjata tajam turut diamankan dalam penggerebekan ini.
"Di setiap titik dilengkapi dengan alat komunikasi, ada piket bongnya, ada piket yang menerima uangnya, ada yang nanti mengirimkan uangnya kepada atasnya lagi," jelas Calvijn.
"Secara khusus di tempat tertentu, ada puluhan sajam yang akan digunakan untuk melawan petugas (kepolisian)," imbuhnya.
Perjudian dan transaksi narkoba di lokasi bumi perkemahan ini sudah berlangsung selama 4 bulan terakhir. Polisi masih mendalami terkait operasional narkoba yang berjalan di sana.
"Ini tidak ujuk-ujuk, setidaknya 4 bulan sudah beroperasi untuk perjudiannya, saya akan dalami untuk narkobanya," kata Calvijn.
Setidaknya ada 10 orang yang ditangkap petugas dalam penggerebekan di Bumi Perkemahan Sibolangit. Sementara dari barak dekat Hotel Lotus, 11 orang ditangkap. Salah satu pelaku merupakan pemilik lahan.
"Ada juga yang sudah kita ungkap, 10 tersangka di tempat bukit pramuka. Bandar narkoba mengambil alih fungsi itu, saya akan dalami beberapa siapa saja yang terkait di dalamnya," bebernya.
Masih ada beberapa pelaku yang diburu karena sempat melarikan diri saat penggerebekan. Calvijn memastikan pihaknya akan mengejar para pelaku yang terlibat sampai dapat.
"Ada beberapa tersangka yang pada saat kita penegakan hukum lari sampai ke belakang perhutanan. Ingat para DPO, kamu bisa berlari, tapi kamu akan tertangkap karena kamu tidak akan bisa bersembunyi," tegasnya.
Baca selengkapnya di sini.
Simak Video "Video: Momen Penggerebekan Markas Bandar Narkoba di Pekalongan"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)