Sekda Kalbar Melayat ke Rumah Duka Santri Lebam, Tunggu Hasil Penyelidikan

Sekda Kalbar Melayat ke Rumah Duka Santri Lebam, Tunggu Hasil Penyelidikan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Jumat, 13 Mar 2026 15:00 WIB
Sekda Kalbar Harisson Azroi melayat ke rumah duka santri yang meninggal diduga alami kekerasan.
Sekda Kalbar Harisson Azroi melayat ke rumah duka santri yang meninggal diduga alami kekerasan. Foto: Dok. Istimewa
Pontianak -

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson Azroi mendatangi rumah duka santri Irfan Zaki Azizi di Kota Pontianak, Jumat (13/3/2026). Azizi sebelumnya meninggal dunia setelah sempat dirawat dengan kondisi luka lebam di wajah dan diduga mengalami kekerasan saat menempuh pendidikan di pesantren.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya siswa ini," ujar Harisson diwawancarai detikKalimantan.

Harrison mengatakan pemerintah daerah belum dapat memberikan banyak komentar terkait kasus tersebut dan meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan dari aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya belum bisa berkomentar banyak. Yang jelas kita tunggu hasil penyelidikan dari pihak yang berwenang," katanya.

Meski demikian, Harisson menekankan pentingnya pengawasan dan perhatian dari pihak sekolah terhadap kondisi para siswa, terutama jika terjadi gangguan kesehatan atau kejadian lain yang dapat memengaruhi aktivitas belajar mereka.

"Ke depan pihak sekolah harus benar-benar memperhatikan keadaan anak didiknya, baik kejadian sakit ataupun keadaan lain yang menyebabkan terganggunya aktivitas belajar," tegasnya.

Seperti diketahui, Azizi merupakan santri asal Kabupaten Kayong Utara yang menempuh pendidikan di Pesantren Labbaik Indonesia di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Kasus kematian Azizi saat ini tengah menjadi perhatian publik setelah keluarga menduga adanya kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka lebam di wajah sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Sementara jenazah remaja usia 16 tahun itu sudah dibawa ke kampung halamannya di Kayong Utara melalui jalur air dari Pelabuhan Rasau Jaya ke Sukadana.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads