Rasa haru menyelimuti keluarga Irfan Zaki Azizi (16), santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang meninggal dunia setelah sempat dirawat dengan kondisi luka lebam. Sebelum pemakaman Zaki, keluarga menemukan selembar kertas catatan yang ditempel di dinding kamarnya.
Tulisan tersebut berupa catatan mimpi dan cita-cita milik santri yang akrab disapa Zaki itu. Secarik kertas diari itu diberi judul 'Ini Impianku (This Is My Dreams)'.
Dilihat detikKalimantan dari foto yang ditunjukkan pihak keluarga, Zaki memulai catatan dengan memperkenalkan dirinya. Ia lahir di Mentubang, sebuah dusun di Desa Harapan Mulia, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namaku Zaki, nama asli Irfan Zaki Azizi. Lahir di Mentubang 01-08-2009," tulisnya.
Selembar catatan harian santri Zaki ditemukan di kamarnya. (Istimewa) |
Zaki kemudian menceritakan perjalanan pendidikan serta cita-citanya di masa depan. Dalam catatan itu, Zaki juga menuliskan hobinya menggambar dan berimajinasi.
Ia menceritakan masa kecilnya yang dimulai dari pendidikan PAUD hingga sekolah dasar. Ia menuliskan pernah belajar di PAUD Mutiara, kemudian melanjutkan ke TK Oesman Al-Khair, dan bersekolah di SDN 11 Senebing sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan di pondok pesantren untuk menghafal Al-Qur'an.
Dalam catatan tersebut, Zaki mengungkap punya cita-cita bersekolah ke jenjang yang tinggi dan punya cita-cita mulia. Ia menuliskan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
"Kalau sudah tamat SD, SMP, SMA aku pengen lanjut kuliah di luar negeri," tulisnya.
Dalam diary tersebut, Zaki juga menuliskan harapannya agar dapat mempelajari Al-Qur'an lebih dalam serta mempersatukan umat Muslim di seluruh dunia.
"Belajar Al-Qur'an dan mempersatukan seluruh umat muslim di seluruh dunia," tulisnya.
Di bagian akhir tulisannya, Zaki masih sempat mendoakan orang lain. Ia berharap siapa pun yang membaca catatan tersebut mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
"Mungkin sekian penjelasan tentang impian saya. Semoga yang membaca tulisan ini mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT," doanya.
Kini, Zaki telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Harapan Mulya, tak jauh dari rumahnya. Ia dimakamkan pada malam hari sesaat jenazahnya tiba dari Pontianak.
"Almarhum sudah dimakamkan. Sebelum dimakamkam, keluarga menemukan catatan di kertas yang tertempel di kamarnya," kata Rio, paman Zaki kepada detikKalimantan, Jumat (13/3/2026) malam.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat, terlebih setelah catatan sederhana berisi mimpi-mimpinya ditemukan menempel di dinding kamar yang kini sunyi.
Zaki merupakan anak dari Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah. Abang dari dua adik ini meninggalkan Kayong Utara demi menempuh pendidikan di SMA Tahfizhul Qur'an Labbaik (Pesantren Labbaik Indonesia) di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Belum sempat menggapai mimpinya, siswa kelas XI ini meninggal dunia pada Jumat (13/3) pagi di RSU Santo Antonius Pontianak.
Kasus kematian Zaki saat ini tengah menjadi perhatian publik setelah keluarga menduga adanya kekerasan yang menyebabkan korban mengalami luka lebam di wajah sebelum akhirnya meninggal dunia. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
(aau/aau)

