Polisi mengungkap motif di balik kasus pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi di Samarinda. Aksi keji tersebut ternyata telah direncanakan pelaku sejak jauh hari.
Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar menjelaskan terdapat dua motif utama yang melatarbelakangi aksi pembunuhan tersebut. Motif tersebut yakni sakit hati serta keinginan menguasai barang milik korban.
"Pelaku melakukan ada dua motifnya. Yang pertama, merasa sakit hati dengan tuduhan-tuduhan dari korban yang menyatakan bahwa kedua pelaku ini telah selingkuh dan telah melakukan hubungan badan berkali-kali," ujar Hendri, saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, Minggu (22/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pelaku juga diduga ingin menguasai barang-barang milik korban. Barang tersebut meliputi kendaraan bermotor hingga alat komunikasi dan barang berharga lainnya.
"Motif yang kedua juga untuk menguasai barang-barang yang dimiliki oleh korban. Baik itu berupa kendaraan bermotor maupun alat komunikasi berupa handphone dan alat-alat berharga lainnya," lanjutnya.
Lebih lanjut Hendri mengungkapkan aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan. Kedua pelaku telah menyusun rencana sejak Januari 2026, termasuk menentukan lokasi pembuangan jasad korban.
"Sejak bulan Januari 2026 disampaikan bahwa kedua pelaku ini sudah melakukan perencanaan. Bahkan mereka sudah melakukan survei untuk nanti lokasi pembuangan jenazah korban ini setelah dieksekusi," katanya.
Dari hasil perencanaan tersebut, pelaku akhirnya memilih kawasan Gunung Pelanduk sebagai lokasi pembuangan. Lokasi itu bahkan telah ditentukan jauh sebelum aksi pembunuhan dilakukan.
"Sehingga akhirnya dari Januari 2026 mereka sudah memutuskan bahwa nanti korban akan dibuang di daerah TKP ditemukannya mayat tersebut yaitu di Gunung Pelanduk," jelasnya.
Polisi juga mengungkap bahwa rencana eksekusi semakin dimatangkan setelah korban berencana pulang ke kampung halamannya di Jawa. Hal tersebut dianggap sebagai momentum oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.
"Pada tanggal 18 Maret 2026, tersangka perempuan menyampaikan bahwa korban ini akan pulang ke Jawa. Dengan pertimbangan ini, disampaikan bahwa ini sudah saatnya bagi korban untuk dieksekusi," ungkapnya.
Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan itu. Sebagai informasi, potongan tubuh korban ditemukan dalam tujuh bagian setelah dilakukan pencarian di sejumlah lokasi. Seluruh bagian tersebut kemudian telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Sudah lengkap semua, ada tujuh potongan ya," ungkap Hendri.
Ia menjelaskan tujuh potongan tubuh tersebut ditemukan di lokasi pembuangan yang sebelumnya telah disurvei oleh pelaku. Proses pencarian dilakukan oleh tim gabungan hingga seluruh bagian berhasil ditemukan.
"Alhamdulillah tujuh-tujuhnya sudah kita temukan dan sudah diproses pemakaman. Sudah dikoordinasikan juga dengan pihak keluarga, baik yang ada di sini maupun di Pemalang, Jawa Tengah," pungkasnya.
(sun/bai)
