Tim Hukum MW KAHMI Kalbar Investigasi Kematian Zaki di Pesantren Labbaik

Tim Hukum MW KAHMI Kalbar Investigasi Kematian Zaki di Pesantren Labbaik

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 01 Apr 2026 14:31 WIB
Tim Hukum MW KAHMI Kalbar saat meninjau salah satu kamar di Pesantren Labbaik di Kubu Raya untuk mendalami kasus kematian santri Irfan Zaki Azizi (12).
Tim Hukum MW KAHMI Kalbar saat meninjau salah satu kamar di Pesantren Labbaik di Kubu Raya untuk mendalami kasus kematian santri Irfan Zaki Azizi (12). Foto: Dok. Tim Hukum MW KAHMI Kalbar
Kubu Raya -

Tim Hukum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan investigasi ke Pesantren Labbaik Indonesia di Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (31/3). Kedatangan ini untuk mengumpulkan fakta terkait meninggalnya santri Irfan Zaki Azizi (16).

Tim yang dipimpin Ruhermansyah bersama Sekretaris Muhammad Merza Berliandy serta anggota Yudit EF dan Ana Mailani meninjau langsung lingkungan pesantren. Mereka memeriksa sejumlah fasilitas mulai dari koridor, asrama, kamar santri termasuk kamar yang ditempati korban, ruang guru, kelas, perpustakaan, UKS, serta area kediaman pengurus asrama.

"Kami datang untuk mendapatkan fakta terkait kondisi pesantren, aspek keamanan, serta pola pembinaan. Kami ingin memahami struktur dan situasi di dalam," ujar Ruhermansyah kepada detikKalimantan, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil peninjauan, tim mengaku memperoleh sejumlah informasi dan fakta terbaru, termasuk adanya tambahan saksi yang akan dikoordinasikan dengan penyidik untuk dimintai keterangan.

Sekretaris tim, Muhammad Merza Berliandy, menambahkan bahwa peninjauan lokasi tersebut penting untuk memperdalam data dari berbagai pihak, baik keluarga korban, aparat penegak hukum, maupun pihak rumah sakit.

"Kami melihat langsung kondisi pesantren agar bisa memahami situasi pendidikan di tempat kejadian perkara," kata pria yang akrab disapa Mimi.

Tim telah menelusuri seluruh lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas korban selama menempuh pendidikan. Salah satunya kamar asrama yang dihuni sekitar 20 hingga 24 santri dengan tempat tidur bertingkat. Ke depan, tim akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan dilakukan autopsi.

"Ini bagian dari upaya menggali fakta dan data akurat untuk mendapatkan informasi terbaru. Kami ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi, apakah terkait konsumsi obat atau ada hal lain. Semua harus terang benderang," tegasnya.

Mimi menyebut pihak pengelola pesantren juga bersikap kooperatif selama proses kunjungan. Saat ini aktivitas di pesantren juga masih dalam suasana libur Idulfitri.

Sementara itu, salah satu pengurus pesantren, Ustad Aziz, belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut saat dikonfirmasi tim detikKalimantan.

Untuk diketahui, Zaki merupakan putra dari Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah. Remaja asal Kayong Utara itu menempuh pendidikan di SMA Tahfizhul Qur'an Labbaik (Pesantren Labbaik Indonesia) di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Zaki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3) pagi di RSU Santo Antonius Pontianak. Penyebab kematiannya pun masih didalami.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads