Pilu Wanita di Banjarmasin, Suami Tewas di Tangan Adik Kandung

Round-up

Pilu Wanita di Banjarmasin, Suami Tewas di Tangan Adik Kandung

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Jumat, 03 Apr 2026 07:00 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi pembunuhan/Foto: detik
Banjarmasin -

Pria lansia di Jalan Belitung Darat Gang Manunggal, Banjarmasin Barat, N (63), tewas di tangan adik iparnya sendiri, A (40). Istri korban atau kakak kandung pelaku kemudian melaporkannya.

Menurut polisi, ada persoalan internal antara keduanya yang kemudian membuat pelaku gelap mata hingga menganiaya korban. Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian perut akibat penyerangan pelaku.

"Diduga ada masalah internal. Pelaku merupakan adik ipar korban, dan korban diketahui bersuara agak nyaring saat berbicara. Pelaku tidak terima mendengar suara korban saat berbicara dengan kakaknya," ujar Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Eru Alsepa kepada detikKalimantan, Kamis (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eru menyebut korban dan pelaku tinggal bersebelahan rumah, yang menyebabkan pelaku sering mendengar percakapan kakak kandungnya dengan korban dan terjadi kesalahpahaman hingga peristiwa berdarah itu terjadi. Usai kejadian tersebut, korban meninggal dunia dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Pihak keluarga pun telah melaporkan kejadian ini ke Polresta Banjarmasin.

"Yang melaporkan kakak kandung pelaku, atau istri si korban," katanya.

Mengenai keberadaan pelaku, hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian. Polisi mengimbau keluarga pelaku agar menyerahkan pelaku dan memberikan informasi mengenai keberadaan pelaku apabila mengetahui.

Kronologi Penusukan Menurut Saksi Mata

Dalam rekaman CCTV yang diterima detikKalimantan, tampak awalnya korban duduk bersama saksi mata. Tak lama, pelaku datang dan langsung mengeluarkan senjata tajam untuk menyerang korban.

Korban sempat menghindar, namun gagal. Ia mengalami sejumlah luka tusukan akibat penusukan yang dilakukan sang ipar. Salah satu saksi mata, Misran saat itu sedang duduk bersama korban di TKP.

"Saya duduk di samping jembatan (dekat TKP), korban juga tengah santai. Datang pelaku dan langsung menusuk di sini," ujar Misran, Selasa (31/3/2026).

Sepengetahuan Misran, pelaku memang tidak memiliki pekerjaan. Sehingga, sering terjadi cekcok antarkeluarga yang diduga menjadi penyebab terjadinya penusukan tersebut.

"Memang sering ada cekcok. Pelaku ini masih pengangguran, kerja serabutan saja. Sepertinya ada masalah dapur atau urusan keluarga," terangnya.

Saksi lain, Alfit mengatakan sempat terdengar suara seperti ribut-ribut di luar rumah. Begitu ia keluar, terlihat korban sudah terkapar berlumuran darah di aspal.

Menurut Alfit, ada ketidakakuran antara korban dan pelaku. Ia juga sempat berupaya melerai serangan pelaku terhadap korban, namun pelaku yang gelap mata tak mengindahkan teguran warga.

"Saya sempat menegur, namun karena pelaku gelap mata tidak bisa lagi dicegah, mereka ini sudah ada selisih, pelaku memang tidak suka dengan korban," tutup Alfit.




(sun/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads