Santri Asal Ketapang Diduga Dianiaya Senior di Ponpes Kobar, Ortu Minta Keadilan

Santri Asal Ketapang Diduga Dianiaya Senior di Ponpes Kobar, Ortu Minta Keadilan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Kamis, 16 Apr 2026 14:00 WIB
Ilustrasi Kekerasan pada Anak
Ilustrasi kekerasan pada anak. Foto: iStock
Ketapang -

Seorang santri asal Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh seniornya di sebuah pondok pesantren di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Orang tua korban kini menuntut keadilan.

Kasus ini dilaporkan oleh orang tua korban, Fajar Sutrisno Putro, ke Polres Kotawaringin Barat. Korban diketahui akrab disapa Nabiel (13), yang saat itu tengah menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Jalan Iskandar, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan.

Kepada detikKalimantan, Fajar menceritakan seperti yang disampaikan kepada penyidik pembantu Polres Kobar saat ia dimintai keterangan. Fajar mengataka peristiwa dugaan penganiayaan disebut terjadi pada Kamis (26/2/2026) lalu sekitar pukul 15.30 WIB di lingkungan asrama pesantren.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kejadian bermula saat anak saya hendak mengambil kitab miliknya di dalam kamar. Saat itu, seniornya kelas dua berinisial UD datang dan meminta korban mengikuti kegiatan belajar," kata Fajar, Kamis (16/4/2026).

Situasi kemudian berubah menjadi kekerasan fisik. UD diduga memukul dan menendang korban berulang kali. Bagian tubuh yang menjadi sasaran di antaranya perut, dada, bahu hingga tulang ekor.

"Ini diduga gara-gara salah ambil kitab. Anak saya juga disebut sempat didorong ke dinding hingga terjatuh," jelas Fajar.

Tidak terima dengan dugaan penganiayaan tersebut, Fajar langsung berangkat ke Pangkalan Bun dan membawa anaknya ke Polres Kobar untuk membuat laporan serta dilakukan visum. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya pembengkakan di perut kanan serta memar dan benjolan di bagian samping perut.

Dalam berita acara pemeriksaan yang ditandatangani Penyidik Pembantu Brigpol Ardian F. Waluyo itu, Fajar juga menyebut tidak mengetahui secara pasti motif pelaku melakukan penganiayaan. Namun, disebutkan bahwa antara korban dan terlapor sebelumnya tidak memiliki masalah pribadi.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Kobar. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pondok pesantren maupun kepolisian dugaan kekerasan tersebut.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads