Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Sepasang laki-laki dan perempuan ditemukan terkapar di sebuah lahan di Gianyar pada Sabtu (25/4). Keduanya diduga nekat mengakhiri hidup dengan cara meminum racun.
Dilansir detikBali, peristiwa terjadi di Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Mereka berinisial NS (57) dan AARW (37). Mereka sempat diduga merupakan pasangan suami istri. Namun, fakta baru terungkap setelah diketahui bahwa yang menemukan korban pertama kali adalah suami AARW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pihak keluarga, AARW berangkat dari rumah pada Sabtu (25/4) sekitar pukul 10.0 Wita. AARW mengatakan hendak mencari kayu bakar di lahan milik mereka. Namun hingga pukul 12.30 Wita, AARW tak kunjung pulang dan membuat sang suami khawatir. Sang suami pun menyusul ke kebun mencari AARW,
"Karena lama nggak pulang, sama suaminya dicariin. Ternyata sudah meninggal," jelas adik ipar AARW, Jero Ratna.
Ratna mengatakan bahwa keluarga kakaknya sudah lama tinggal bertetangga dengan NS. Selama itu, mereka mengaku tidak mengetahui adanya hubungan antara NS dan AARW. Ratna pun mengatakan kakak iparnya tidak menunjukkan gelagat aneh hingga saat-saat terakhir.
"Nggak ada yang aneh. Biasa saja," ujarnya.
Salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya menambahkan bahwa hubungan NS dan AARW ternyata sudah jadi rahasia umum di desa setempat. Namun, tetangga enggan membeberkan lebih jauh.
"Itu yang laki dan perempuan, mereka selingkuhan. Ya biasa manusia. Sudah cukup begitu saja," kata tetangga tersebut.
Anak perempuan NS juga enggan menanggapi isu yang beredar tentang ayahnya. Pihak keluarga menyerahkan penanganan sepenuhnya ke polisi.
"Maaf saya tidak bisa cerita banyak. Bapak sudah meninggal. Dari polisi juga kasusnya sudah ditutup," ujarnya.
Sementara itu, polisi mengungkapkan sepasang laki-laki dan perempuan ini tewas setelah meminum cairan obat rumput atau herbisida. Terdapat botol cairan pembasmi rumput tersebut di lokasi kejadian. Namun, belum diketahui motif keduanya menenggak racun.
"Di lokasi kejadian ada barang bukti botol cairan pembasmi rumput gramoxone. Sementara, kasus ini masih kami selidiki," jelas Kasi Humas Polres Gianyar Ipda I Gusti Ngurah Suardita.
NS ditemukan dalam kondisi mulut mengeluarkan buih serta tidak mengenakan celana. NS dan AARW sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawa mereka tidak tertolong. NS meninggal saat dirawat, sementara AARW sudah meninggal 4 jam lebih awal.
"Setelah dirawat di RS Payangan, korban tidak selamat. Korban meninggal dunia saat dirawat," lanjut Suardita.
Baca selengkapnya di detikBali.
Simak Video "Video: Terlilit Utang, Kades di Sidoarjo Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
