PSHT Kalbar Minta Maaf soal Dugaan Ketua Cabang Pontianak Cabuli Siswi

PSHT Kalbar Minta Maaf soal Dugaan Ketua Cabang Pontianak Cabuli Siswi

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Minggu, 17 Mei 2026 15:00 WIB
(Paling kiri) Sekretaris Perwapus PSHT Kalbar sekaligus Ketua Dewan Cabang Pontianak, Doso Waluyo. (Istimewa)
Foto: (Paling kiri) Sekretaris Perwapus PSHT Kalbar sekaligus Ketua Dewan Cabang Pontianak, Doso Waluyo. (Istimewa)
Pontianak -

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kalimantan Barat menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga, dan masyarakat terkait dugaan kasus pencabulan yang menyeret Ketua PSHT Cabang Pontianak berinisial W.

Permintaan maaf itu disampaikan Sekretaris Perwakilan Pusat (Perwapus) PSHT Provinsi Kalimantan Barat sekaligus Ketua Dewan Cabang Pontianak, Doso Waluyo.

"Secara organisasi, saya mewakili mohon maaf kepada korban dan keluarga, serta masyarakat atas perbuatan oknum anggota PSHT yang telah melanggar aturan negara, aturan agama, dan aturan masyarakat," kata Doso Waluyo, kepada detikKalimantan, Minggu (17/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doso menegaskan dugaan perbuatan cabul tersebut merupakan tindakan pribadi oknum anggota dan tidak mewakili organisasi secara keseluruhan.

Ia berharap kasus yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum itu menjadi pelajaran bagi organisasi untuk melakukan pembenahan ke depan.

"Semoga kejadian ini menjadi pelajaran organisasi kami untuk lebih baik ke depannya. Sekali lagi mohon maaf," ujarnya.

Sebelumnya, PSHT Kalbar juga telah mengambil langkah internal dengan menonaktifkan W dari jabatannya sebagai Ketua PSHT Cabang Pontianak.

Organisasi menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua cabang dan melaporkan keputusan tersebut ke pusat PSHT di Madiun, Jawa Timur.

Sekedar diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual itu mencuat setelah seorang remaja perempuan berusia 15 tahun melaporkan dugaan tindakan asusila yang dilakukan W.

Kejadian tersebut, diduga terjadi lebih dari satu kali di lingkungan organisasi bela diri tersebut. Polisi kini masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads