Satgas Dalami Dugaan Modus Pelaku Deepfake Vulgar Mahasiswa Untan

Satgas Dalami Dugaan Modus Pelaku Deepfake Vulgar Mahasiswa Untan

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 19 Mei 2026 13:04 WIB
Anggota Tim Advokasi dan Hukum Satgas PPKPT Untan, Safaruddin Harefa. (Ocsya Ade CP)
Foto: Anggota Tim Advokasi dan Hukum Satgas PPKPT Untan, Safaruddin Harefa. (Ocsya Ade CP)
Pontianak -

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak masih mendalami dugaan modus yang digunakan RY dalam kasus deepfake vulgar yang viral di media sosial.

Anggota Tim Advokasi dan Hukum Satgas PPKPT Untan, Safaruddin Harefa mengatakan, pihaknya saat ini fokus menelusuri pola tindakan terduga pelaku. Mulai dari modus yang dilakukan mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2025 itu, hingga penyebaran konten yang diduga melibatkan sejumlah korban perempuan.

"Sampai hari ini kami masih mencari titik awal hingga titik akhir terkait modus terduga pelaku. Kenapa kami banyak memeriksa saksi, karena kami mencari lingkaran ini, yaitu modus terduga pelaku," ujar Safaruddin, Selasa (19/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Safaruddin mengatakan, Satgas belum bisa menyimpulkan pola pasti yang digunakan terlapor karena proses investigasi masih terus berjalan. Sejumlah keterangan saksi dan korban saat ini masih dicocokkan dengan bukti yang telah dikumpulkan.

"Kami belum bisa menyimpulkan saat ini. Tetap masih kami dalami untuk modusnya," katanya.

Safaruddin mengungkapkan, Satgas juga telah meminta klarifikasi langsung kepada terlapor. Namun, keterangan yang diberikan masih perlu diverifikasi lebih lanjut karena ditemukan sejumlah perbedaan dengan hasil pemeriksaan saksi lain.

"Setelah kami berbicara dengan terlapor, dia terbuka dengan kami. Setelah itu kami konfirmasi kepada orang-orang yang disebutkan, ternyata ada yang kurang sinkron. Makanya kami belum bisa memastikan secara tegas," ujarnya.

Ia mengatakan tim investigasi kini berupaya mencocokkan seluruh bukti yang ditemukan dengan keterangan korban maupun dugaan pola tindakan pelaku.

"Kami mau matching-kan semua bukti yang kami dapat dengan modus dia dan dengan keterangan dari para korban," katanya.

Karena itu, Satgas belum ingin menyampaikan kesimpulan secara terburu-buru sebelum seluruh proses pendalaman selesai dilakukan.

"Kami tidak mau asal bicara karena ini menyangkut banyak orang. Jadi saat ini masih didalami," lanjut Safaruddin.

Ia memastikan proses investigasi akan terus berjalan, termasuk dengan mengambil keterangan tambahan dari korban dan saksi untuk menyinkronkan seluruh informasi yang masuk.

Kasus dugaan deepfake vulgar ini sebelumnya viral setelah sejumlah korban mengaku foto mereka diedit menjadi konten tidak senonoh menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

Korban disebut berasal dari lingkungan kampus, teman semasa SMA pelaku di Singkawang hingga mahasiswa dari luar Kalbar.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads