Wanita di Kubu Raya Tipu-tipu Bermodus Bisnis Tiket Pesawat

Wanita di Kubu Raya Tipu-tipu Bermodus Bisnis Tiket Pesawat

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 10 Jun 2026 20:56 WIB
Ilustrasi penipuan online
Ilustrasi penipuan/Foto: dok.Getty Images/iStockphoto/cokada)
Kubu Raya -

Polres Kubu Raya menangkap seorang perempuan berinisial AS yang diduga menjadi otak penipuan berkedok bisnis tiket pesawat online. Penangkapan dilakukan setelah aparat menerima sejumlah laporan dari korban yang mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta Rupiah.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa tertipu setelah menyetorkan dana untuk mengikuti bisnis yang ditawarkan pelaku.

"Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan," kata Ade saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil penyelidikan sementara, AS diduga menawarkan pembelian tiket pesawat dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Korban kemudian dijanjikan keuntungan dari penjualan kembali tiket tersebut.

Skema itu disebut berhasil menarik minat sejumlah orang untuk menginvestasikan uangnya. Namun setelah dana diserahkan, keuntungan yang dijanjikan tidak pernah diterima korban.

"Para korban dijanjikan keuntungan, namun ternyata itu penipuan. Korban-korban mengalami kerugian ratusan juta Rupiah," ujar Ade.

Polisi saat ini masih mendalami jumlah korban dan total kerugian yang ditimbulkan. Penyidik juga menelusuri aliran dana serta memeriksa dokumen transaksi dan komunikasi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Menurut Ade, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah seiring proses penyidikan berlangsung. Karena itu, masyarakat yang merasa pernah mengikuti skema serupa diminta segera melapor ke polisi.

"Saat ini masih dalam proses penyidikan. Kami masih mendata korban dan mengumpulkan keterangan dari para saksi," jelasnya.

Ia menambahkan, Polres Kubu Raya memastikan proses penanganan kasus dilakukan secara profesional untuk mengungkap seluruh rangkaian dugaan penipuan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads