Aksi pencurian menggegerkan warga RT 30, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (15/6/2026) dini hari. Pelaku yang menutupi wajah dan tubuhnya menggunakan kain sarung nekat menyatroni tiga rumah warga dalam satu malam.
Pelaku diduga beraksi seorang diri dan sudah memahami kondisi lingkungan sekitar. Untuk menghindari identifikasi, ia memanfaatkan celah pengawasan kamera CCTV dengan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan sarung saat melintas di area yang terekam kamera.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela menggunakan alat bantu berupa kayu dan cangkul. Pelaku menggasak uang tunai dan telepon genggam di salah satu rumah. Sementara itu, dua rumah lainnya gagal dibobol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu korban, Zainal, mengaku baru mengetahui rumahnya disatroni maling saat pulang salat subuh di masjid. "Jendela rumah disangga kayu, dan ada cangkul di bawah jendela. Ada juga bekas tapak kaki pelaku," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelaku memanfaatkan kondisi rumah yang sedang lengah pada waktu subuh. Saat kejadian, dirinya berada di masjid, sementara istrinya sedang bekerja sebagai petugas kebersihan.
Anak-anak mereka masih tertidur di dalam rumah sehingga tidak menyadari adanya aksi pencurian tersebut. "Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 1,5 juta serta sebuah telepon genggam senilai Rp 3 juta yang sebelumnya tersimpan di dalam tas. Tasnya saya ditemukan di luar rumah dalam keadaan kosong," ujar dia.
Pelaku sempat mencoba membobol dua rumah lainnya yang masih berada di lingkungan RT 30. Namun upaya tersebut gagal karena tidak menemukan barang berharga.
"Ada tiga rumah yang dimasuki dalam semalam, tapi di rumah saya yang berhasil, sementara dua rumah lainnya gagal," ungkapnya.
Peristiwa ini membuat warga sekitar semakin waspada. Mereka berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pelaku yang dinilai sangat meresahkan masyarakat.
Kasus tersebut juga menambah daftar aksi pencurian rumah warga yang terjadi saat penghuni lengah, terutama pada waktu subuh. "Hingga kini, kasus pencurian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
(sun/bai)
