Teganya Pria di Kobar, Bakar Mantan Istri Lalu Langsung Kabur

Kalimantan Tengah

Teganya Pria di Kobar, Bakar Mantan Istri Lalu Langsung Kabur

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Rabu, 17 Jun 2026 20:31 WIB
Detik-detik Pria Bakar Mantan Istri di Angkringan Terekam CCTV. (Istimewa)
Foto: Detik-detik Pria Bakar Mantan Istri di Angkringan Terekam CCTV. (Istimewa)
Kotawaringin Barat -

Malam Minggu di Jalan Ahmad Yani No. Km 63, RT 03/RW 01, Desa Karangmulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mendadak berubah mencekam. Seorang pria datang ke angkringan dengan membawa balok, memukul mantan istrinya, membakarnya hidup-hidup, lalu langsung kabur.

Peristiwa mengerikan itu terjadi begitu cepat pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Pelaku diduga Sendi Ramadan, yang melakukan kekerasan kepada Siti Juhairiyah (29) yang sehari-hari bekerja di angkringan tersebut. Keduanya diketahui merupakan pasangan suami istri siri.

"Ada laki-laki datang bawa pertamax lalu menyiramkan ke korban, lalu membakar dengan korek dan langsung kabur," cerita Afifa, keponakan pemilik angkringan yang berada di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Tampak sejumlah warga bergegas memadamkan api yang sudah membakar seorang perempuan di warung angkringan.

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto menjelaskan berdasarkan keterangan saksi, saat kejadian korban sedang ikut berjualan di angkringan. Tiba-tiba pelaku datang dengan berjalan kaki dan mendatangi korban.

"Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok. Tidak lama kemudian pelaku memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu," ujar Agung.

"Dari rekaman yang beredar, pelaku terlihat mengenakan masker saat mendatangi tempat korban berjualan," sambungnya.

Beberapa saat setelah pemukulan, para saksi melihat kobaran api melalap tubuh korban. Dalam kondisi tubuh terbakar, korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan warga.

"Para saksi melihat kobaran api yang telah membakar tubuh korban. Dalam kondisi terbakar, korban berlari sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar," ucap Agung.

Warga yang panik langsung berusaha memadamkan api yang membakar tubuh korban. Sementara pelaku melarikan diri dari lokasi dan sempat dikejar warga, namun pelaku berhasil kabur.

"Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah minimarket. Warga yang mengetahui kejadian sempat melakukan pengejaran, namun pelaku berhasil kabur menggunakan sepeda motor menuju arah Simpang Dinamika," tambahnya.

Aksi mengerikan tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Warga menduga pelaku membawa bahan bakar minyak yang kemudian disiramkan ke tubuh korban sebelum api menyala.

Dugaan sementara, aksi nekat tersebut dipicu persoalan pribadi dan rasa cemburu. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

"Diduga motif asmara. Antara korban dan pelaku sempat terjadi pertengkaran," ujarnya.

Kini, kondisi Siti Juhairiyah (29) kini masih tergolek lemah di ruang perawatan ICU RS Hanau Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hari kelima setelah dirawat intensif, kini Siti menjalani operasi kedua.

Tubuhnya masih dibalut perban karena mengalami kebakaran sekitar 80 persen, usai dibakar oleh mantan suami sirinya. Direktur Rumah Sakit Hanau, dr Atet Kurniadi, mengungkapkan kondisi Siti belum menunjukkan perkembangan signifikan dan masih berada dalam fase kritis.

"Hari ini masuk kamar operasi yang kedua untuk merawat luka kembali. Kondisi secara umum masih sama, terpasang alat bantu nafas, kondisi disedasi untuk mengurangi nyeri. Sudah ada perbaikan tapi belum bisa dikatakan stabil," ujar dr Atet, Rabu (17/6/2026).

Di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Hanau, tim medis terus berjuang menyelamatkan nyawa Siti. Ia kini masih harus menggunakan alat bantu pernapasan dan berada dalam kondisi disedasi guna mengurangi rasa sakit akibat luka bakar berat yang dideritanya.

Hari kelima berselang sejak kejadian, aparat kepolisian masih terus memburu pelaku Sendi Ramadan, mantan suami siri Siti. Sendi yang diduga menjadi pelaku pembakaran, hingga kini masih buron.

Hingga Rabu (17/6/2026), keberadaan pria tersebut belum diketahui. Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, menegaskan upaya pencarian masih terus dilakukan.

"Mohon doanya semoga segera ketangkap pelakunya," kata Agung, Rabu (17/6/2026).




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads