Nekat Tembak Tetangganya karena Dendam, Pria Samarinda Diamuk Massa

Kalimantan Timur

Nekat Tembak Tetangganya karena Dendam, Pria Samarinda Diamuk Massa

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Kamis, 18 Jun 2026 22:30 WIB
Pelaku penembakan tetangga di Samarinda dibawa ke RS setelah diamuk massa.
Pelaku penembakan tetangga di Samarinda dibawa ke RS setelah diamuk massa. Foto: Dok. Istimewa
Samarinda -

Konflik berkepanjangan antara dua warga di Jalan Karya Baru, RT 09, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, berujung aksi penembakan. Seorang pria bernama Rusli (47) mengalami luka tembak di paha kanan setelah diduga ditembak tetangganya sendiri, La Mani (46).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/6) sekitar pukul 21.30 Wita. Sebelum penembakan terjadi, pelaku disebut sempat berkeliling di lingkungan sekitar sambil membawa senapan angin dan memanggil-manggil nama korban.

Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi mengatakan pelaku awalnya sempat meninggalkan lokasi sebelum kembali mendatangi rumah korban dengan membawa senapan angin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku mendatangi rumah korban sambil berteriak memanggil namanya. Saat korban keluar rumah untuk melihat situasi, pelaku langsung melepaskan tembakan yang mengenai paha kanan bagian dalam korban," kata Arie, Kamis (18/6/2026).

Usai melakukan penembakan, La Mani langsung melarikan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku. Di saat bersamaan, personel Polsek Sungai Pinang yang dipimpin Kapolsek AKP Aksaruddin Adam bergerak menuju lokasi guna mengamankan situasi.

Sekitar 45 menit setelah kejadian, pelaku ditemukan warga sekitar 500 meter dari lokasi penembakan. Emosi warga yang memuncak membuat La Mani menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan dan diserahkan kepada polisi. Saat petugas tiba, kondisi pelaku telah mengalami sejumlah luka akibat dipukuli warga.

"Pelaku mengalami luka robek di bagian kepala, patah tulang tangan kiri, dan sesak napas akibat diamuk massa," ungkap Arie.

Pelaku kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara korban penembakan juga dibawa ke rumah sakit yang sama untuk ditangani.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga aksi penembakan itu dipicu konflik lama antara korban dan pelaku. Keduanya diketahui pernah berselisih terkait persoalan lahan parkir di salah satu gerai makanan di kawasan Jalan KH Wahid Hasyim I, Sempaja Selatan.

Selain itu, berdasarkan keterangan sejumlah warga, pelaku juga disebut kerap terlibat keributan di lingkungan tempat tinggalnya. Namun demikian, polisi masih mendalami motif pasti yang melatarbelakangi aksi penembakan tersebut.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan satu unit senapan angin yang diduga digunakan pelaku untuk menembak korban. Polisi juga menerima sebilah parang yang diserahkan warga. Meski begitu, penyidik belum menemukan bukti bahwa senjata tajam tersebut digunakan dalam peristiwa penembakan.

"Saat ini korban maupun pelaku masih menjalani perawatan medis. Penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa ini," pungkasnya.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads