Usai Bentrok, 50 Brimob Dikerahkan ke TKP Penggerebekan Narkoba Katingan

Kalimantan Tengah

Usai Bentrok, 50 Brimob Dikerahkan ke TKP Penggerebekan Narkoba Katingan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 02 Jul 2026 16:15 WIB
Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang.
Foto: Penggerebekan narkoba di Katingan berujung satu polisi gugur dan dua lainnya hilang (Dok. Polres Katingan)
Katingan -

Situasi lokasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, masih belum sepenuhnya kondusif usai bentrokan antara warga dengan anggota kepolisian. Kini 50 personel Brimob diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengatakan, kondisi di lokasi masih membutuhkan pengamanan ekstra mengingat potensi gangguan keamanan masih cukup tinggi. Pihaknya pun meminta bantuan Polda Kalteng untuk mengirimkan anggota Brimob.

"Kami telah meminta perbantuan personel kurang lebih sebanyak 50 orang untuk memback up di lokasi kejadian," ujar Dodik, Kamis (2/7) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain dari Satuan Brimob, personel tambahan juga berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng. Mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga diterjunkan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi serta mempercepat pencarian dua anggota Polres Katingan yang hingga kini belum ditemukan.

"Bantuan personel dari Polda Kalimantan Tengah ini bertujuan untuk melakukan penyisiran, mengamankan lokasi dan memback up pencarian anggota kami yang sampai saat ini belum ditemukan," katanya.

Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol Budi Rachmat membenarkan pengerahan pasukan tersebut. Sebanyak 50 personel Brimob telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

"Ya benar," jawabnya.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi masyarakat pada Rabu (1/7/2026) terkait maraknya peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan mengarah kepada dua target operasi, yakni seorang residivis narkotika berinisial BIO dan rekannya berinisial BUSU.

"Tim gabungan yang dipimpin Kasatresnarkoba berangkat sekitar Rabu pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar Kamis pukul 00.30 WIB. Sebanyak 12 personel diterjunkan, dengan sembilan anggota melakukan penangkapan dan tiga lainnya bersiaga sebagai tim pendukung di sekitar SMP setempat," ujarnya.

Operasi awalnya berjalan sesuai rencana. Polisi berhasil mengamankan BIO. Namun situasi mendadak berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

Seorang pria menyerang Briptu Dedi menggunakan parang dari arah dapur. Serangan tersebut berhasil digagalkan. Tak lama kemudian, dua pria lainnya kembali menyerang Kasatresnarkoba dengan mengayunkan parang.

Melihat situasi yang membahayakan keselamatan personel, Aiptu Sumariyanto melepaskan tembakan peringatan. Namun karena serangan terus berlangsung, petugas melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai seorang penyerang bernama Teriyo (40), yang kemudian meninggal dunia di lokasi.

Kematian Teriyo memicu kemarahan keluarga dan warga sekitar. Puluhan orang mendatangi lokasi sambil membawa parang, balok kayu hingga senjata api rakitan. Massa kemudian mengepung anggota kepolisian yang sedang melaksanakan operasi.

Dalam kondisi kalah jumlah, tim penindakan memutuskan mundur sembari meminta bantuan personel dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Kendaraan polisi sempat dikejar mobil SUV berwarna silver dan dihadang kelompok bersenjata tajam, namun sebagian personel berhasil lolos menuju Polsek Katingan Tengah.

Sementara itu, personel lain yang terjebak di sebuah pulau kecil berusaha menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai. Dalam upaya tersebut, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhi Perdana Putra, dan Bripda Nopandri Ramadhana diduga kelelahan saat berenang melawan derasnya arus sungai. Lima anggota lainnya berhasil mencapai daratan dan bertahan dengan bersembunyi di kawasan hutan hingga akhirnya dievakuasi tim bantuan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, tim gabungan melakukan penyisiran. Aipda Yudhi Perdana Putra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di atas sebuah lanting dengan luka bacok serius di bagian kepala.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video BNN Gelar Operasi Narkoba, Tangkap 1.259 Orang dalam 3 Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads