Aipda Yudhi Perdana Putra tewas dengan sejumlah luka sajam pada tubuhnya, saat membongkar bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengucapkan belasungkawa.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI beserta seluruh jajaran menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas gugurnya Aipda Yudhi Perdana Putra, Kanit 3 Satresnarkoba Polres Katingan, saat menjalankan tugas digerebeknya bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah," kata Habiburokhman dikutip dari detikNews, Jumat (3/7/2026).
Komisi III DPR juga meminta seluruh pelaku yang terlibat bandar narkoba dan bentrok di Katingan diusut tuntas. Habiburokhman menilai Aipda Yudhi gugur dalam kondisi syahid karena tengah mengemban tugas memberantas narkoba. Doa terbaik Habiburokhman mengiringi keluarga Aipda Yudhi yang ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Almarhum adalah Bhayangkara sejati. Insyaallah almarhum wafat dalam keadaan syahid, karena beliau gugur di medan tugas yang mulia demi menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya laten narkoba. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Allah SWT," ujarnya.
Terkait peristiwa tragis ini, Komisi III DPR meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran Polda Kalteng untuk memburu dan menindak tegas para pelaku yang terlibat.
"Jangan beri ruang sedikit pun bagi bandar narkoba. Kami juga mendesak agar dua anggota polisi yang dilaporkan hilang segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kejar pelaku sampai dapat, hukum harus ditegakkan sekeras-kerasnya," imbuhnya.
Sekedar diketahui, operasi pemberantasan peredaran narkotika sebelumnya digelar di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian setelah tim kepolisian diserang dan dikejar massa bersenjata.
(aau/aau)
