Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri turun langsung ke Polres Katingan untuk melaksanakan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT), Selasa (7/7/2026) malam. Adapun salah satu fokusnya mengusut pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dalam operasi yang berujung gugurnya tiga personel Polri.
Dalam audit tersebut, Itwasum tidak hanya memeriksa aspek administrasi dan tata kelola organisasi, tetapi juga mendalami secara rinci tahapan operasi penangkapan bandar narkoba yang berakhir tragis.
Ketua Tim Audit Itwasum Polri, Brigjen Pol. AI Afriandi, menegaskan bahwa audit ini bukan sekadar proses pemeriksaan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan pembinaan agar organisasi Polri terus berkembang ke arah yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Audit ini bertujuan memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola organisasi. Kami berharap hasil audit dapat menjadi masukan yang konstruktif sehingga pelayanan Polri kepada masyarakat semakin profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Brigjen Pol. AI Afriandi, Rabu (8/7/2026).
Tim audit dipimpin Brigjen Pol. AI Afriandi didampingi sejumlah pejabat Itwasum Polri, yakni Kombes Pol. Kaswandi Irwan, Kombes Pol. Agung Reza Pratidina, dan Kombes Pol. Agoeng Adi Koerniawan bersama rombongan auditor.
Dari hasil pendalaman awal, Satresnarkoba Polres Katingan diketahui telah melakukan penyelidikan selama beberapa waktu, memetakan lokasi, mempelajari karakteristik wilayah, hingga menyusun pembagian tugas secara terstruktur sebelum operasi dilaksanakan.
"Seluruh tahapan itu kini menjadi bagian dari materi audit untuk memastikan apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai SOP, sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki agar operasi kepolisian ke depan semakin aman dan efektif," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyambut langsung kedatangan Tim Itwasum Polri dan menegaskan seluruh jajarannya siap mendukung penuh proses audit dengan memberikan data maupun informasi yang dibutuhkan.
"Kami siap bersikap kooperatif dan terbuka selama proses audit berlangsung agar hasil evaluasi ini menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat," ujar AKBP Dodik Hartono.
Audit khusus tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan internal di lingkungan Polres Katingan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
"Pelaksanaan audit ini juga menjadi bagian dari komitmen Polri untuk terus melakukan pembenahan internal sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dapat terus meningkat, terutama dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.
(aau/aau)
