Rabu (4/3), Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan dari sejumlah perwakilan Kedutaan Besar Austria. Mereka membahas potensi kerja sama.
Dikutip detikFinance, kunjungan itu dihadiri langsung Chargé d'Affaires ad interim (Diplomat Kedutaan) Austria, Michael Wislocki, didampingi Commercial Counselor Austria, Sigmund Nemeti. Mereka bertemu di Kantor Balai Kota Otorita IKN.
Basuki menyebut pembangunan IKN tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru, namun juga membangun ekosistem kota yang lengkap. Mulai dari infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, kami terbuka terhadap berbagai kolaborasi internasional yang dapat memperkaya pengembangan Nusantara," kata Basuki dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, Michael Wislocki menyampaikan kunjungan itu menjadi kesempatan bagi Austria untuk melihat langsung progres pembangunan kawasan IKN. Juga memastikan berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara kedua negara.
"Kedutaan Besar Austria terakhir kali ke sini pada tahun 2023 untuk menjajaki berbagai peluang bisnis. Saat ini, kami juga mengikuti perkembangan terkait dengan IKN. Kami tertarik, terutama sebagai perwakilan kedutaan untuk ikut menciptakan kota hutan yang modern dan berkelanjutan di Indonesia," ujar Michael.
Austria, sebagai negara dengan teknologi, memiliki berbagai penawaran untuk proyek kerja sama ke depan. Pembahasan tersebut mencakup sejumlah bidang, antara lain pengembangan kota cerdas atau smart city melalui inovasi teknologi, transportasi perkotaan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekosistem pendidikan dan pelatihan bagi pengembangan sumber daya manusia di kawasan Nusantara.
Otorita IKN dan perwakilan Kedutaan Austria berharap dapat memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Indonesia dan Austria, khususnya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/bai)