Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menegaskan IKN tetap sebagai Ibu Kota Politik pada 2028 mendatang berdasarkan Kepres No.79 tahun 2025. Meski saat ini, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa Jakarta masih jadi Ibu Kota RI.
"Sesuai Kepres No.79 tahun 2025 disebutkan arah Ibu Kota IKN sebagai Ibu Kota Politik pada tahun 2028," ujar Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw kepada BeritaKlik pada Senin (18/5/2026).
Investasi Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai Rp 72,39 triliun. Hal ini membuktikan keberlanjutan pembangunan ibu kota baru yang berlokasi di Kalimantan Timur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan IKN disebut akan tetap berjalan normal dan sesuai target. Tidak ada proyek terhambat ataupun mangkrak.
"Pembangunan IKN tetap berjalan dan sesuai target serta tahapan. Tidak benar kalau ada yang menyampaikan bahwa pembangunan IKN berhenti, mangkrak atau terhambat," tambahnya.
Berdasarkan data terbaru, per 14 Mei 2026, IKN telah mendapat investasi sebanyak Rp 72,39 triliun. Terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp 60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 12,10 triliun.
Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L. Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional.
"Total angka estimasi investasi sebesar Rp 72,39 triliun ini menunjukkan kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia, caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat," kata Troy.
Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, China, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, sedangkan 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.
Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara.
Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti'O. Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha melihat peluang jangka panjang di Nusantara.
Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan.
"Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota," tutup Troy.
(aau/aau)