Konten kreator sekaligus dokumentator independen pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dian Rana, memutuskan beralih profesi. Setelah lebih dari empat tahun mengikuti perkembangan proyek tersebut, ia berhenti membuat konten tentang IKN. Kini, ia memilih menjadi pengemudi ojek online (ojol) di Balikpapan.
Kepada detikKalimantan, Dian menceritakan keputusan tersebut bukan diambil secara mendadak. Sejak akhir 2025, ia mulai menyadari bahwa bertahan sebagai kreator konten IKN sudah tidak lagi mampu menopang kebutuhan hidup keluarganya.
"Saya sudah putuskan sejak akhir 2025 untuk beralih, tidak lagi fokus khusus ke IKN. Saya juga ngontrak di sini, kalau terus bertahan enggak akan kebayar kontrakannya," kata Dian, Selasa (9/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konten kreator Dian Rana yang kerap meliput di kawasan IKN. (Istimewa) |
Selama ini, Dian mengaku mengandalkan pendapatan dari kanal YouTube yang berisi dokumentasi perkembangan pembangunan IKN. Namun, seiring semakin terbukanya akses publik ke kawasan tersebut dan bertambahnya jumlah kreator yang membuat konten serupa, jumlah penonton videonya terus menurun.
Menurutnya, kondisi itu membuat pemasukan dari YouTube semakin berkurang. Sementara di sisi lain, biaya hidup dan kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
"Kalau saya terus bertahan seperti itu, saya enggak akan bisa bertahan secara keuangan. Tabungan saya juga sudah menipis," ujarnya.
Konten kreator Dian Rana saat meliput di kawasan IKN. (Istimewa) |
Kini, Dian memutuskan berhenti dari profesi kreator konten IKN yang sempat menaikkan namanya. Namun sebelum benar-benar meninggalkan aktivitas dokumentasi IKN, Dian berupaya memastikan karya-karyanya tetap dapat diakses di masa mendatang.
Ia kemudian mengajukan puluhan video dokumentasi IKN miliknya ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dari 27 video yang diajukan, beberapa di antaranya dinyatakan memenuhi syarat sebagai arsip statis.
Menurut Dian, langkah itu dilakukan agar dokumentasi yang selama ini dibuat tidak hilang begitu saja dan dapat menjadi catatan sejarah pembangunan IKN.
"Saya ingin ada jejak bahwa saya pernah berjuang dan mendokumentasikan Ibu Kota Nusantara," katanya.
Dian kini bersiap memulai pekerjaan baru sebagai pengemudi ojol di Balikpapan. Ia mengaku telah mendaftarkan diri di platform transportasi online dan saat ini masih menunggu proses aktivasi akun serta atribut kerja.
"Rencananya pertengahan bulan ini mulai. Sekarang masih menunggu atribut datang," ceritanya.
Dian menilai menjadi pengemudi ojol setidaknya memberikan harapan baru untuk memperoleh penghasilan yang lebih pasti dibanding hanya mengandalkan pendapatan dari konten digital.
"Kalau di Balikpapan saya pikir masih bisa narik ojol. Setidaknya ada harapan. Saya juga ingin mencoba sesuatu yang baru untuk keluarga," tuturnya.
(aau/aau)

