Uniknya Fungsi Hidung Mancung Bekantan, untuk Komunikasi hingga Daya Tarik

Uniknya Fungsi Hidung Mancung Bekantan, untuk Komunikasi hingga Daya Tarik

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 27 Jan 2026 10:00 WIB
Hidup mancung bekantan Kalimantan.
Bekantan Kalimantan. Foto: Dok. Animalium BRIN
Samarinda -

Bekantan (Nasalis larvatus) dikenal sebagai primata berhidung panjang khas Kalimantan. Ciri fisik yang paling mencolok tentu ada pada hidungnya yang besar dan menjuntai, terutama pada individu jantan.

Bentuk hidung yang unik ini ternyata punya peran penting dalam kehidupan mereka, lho! Fungsinya antara lain sebagai media komunikasi, reproduksi, dan adaptasi terhadap lingkungan.

Penasaran apa yang membuat hidung bekantan panjang dan apa fungsinya? Yuk, kita ulas secara lengkap!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bekantan Si Long-Nosed Monkey

Bekantan merupakan primata endemik Pulau Kalimantan yang hidup di ekosistem riparian (tepi sungai), hutan bakau, dan rawa berair tawar hingga payau.

Hewan ini juga dikenal dengan nama proboscis monkey atau long-nosed monkey karena hidungnya yang panjang dan menonjol, terutama pada jantan dewasa, sementara hidung betina lebih kecil.

Di alam liar, bekantan hidup berkelompok dengan struktur tertentu, biasanya terdiri dari satu jantan dominan bersama beberapa betina dan anak-anaknya.

Individu jantan cenderung memiliki hidung yang jauh lebih besar dari betina, di mana ini merupakan contoh dimorfisme seksual, yaitu perbedaan ciri fisik berdasarkan jenis kelamin yang berkaitan dengan fungsi reproduksi.

Fungsi Hidung Besar Bekantan

1. Daya Tarik Seksual

Sebuag publikasi berjudul "Male proboscis monkey cranionasal size and shape is associated with visual and acoustic signalling" mengungkap bahwa hidung yang besar pada jantan bekantan diduga berfungsi sebagai sinyal visual kepada betina dan indikator kualitas jantan.

Penelitian yang dilakukan Balolia dkk. itu menyebutkan bahwa area hidung yang membesar merupakan karakter seksual sekunder yang penting dalam hubungan sosial dan reproduksi. Jantan dengan hidung yang lebih besar cenderung lebih dominan dan menarik perhatian betina dalam memilih pasangan.

Besarnya hidung bekantan juga berkaitan dengan status sosial dan ukuran kelompok betina yang berada di bawah perawatan jantan tersebut.

Ukuran hidung ini berfungsi sebagai sinyal visual yang menunjukkan kekuatan dan kematangan jantan tersebut, sehingga cenderung lebih menarik bagi betina dan jarang ditantang oleh jantan lain.

Karena itu, semakin besar hidung bekantan jantan, biasanya semakin banyak betina yang berada dalam kelompoknya, sehingga menandakan perannya sebagai individu berpengaruh dalam struktur sosial bekantan.

2. Sarana Komunikasi

Selain fungsi visual, hidung besar bekantan juga berperan dalam vokalisasi suara bekantan. Struktur hidung yang membesar bekerja seperti ruang resonansi yang bisa memperkuat dan menurunkan frekuensi suara yang mereka hasilkan.

Hal ini memungkinkan bekantan membuat panggilan yang lebih keras dan terdengar jauh di tengah hutan lebat. Hidung besar tersebut berguna untuk komunikasi antar anggota kelompok atau menandai wilayah jelajah mereka.

Penelitian "Individual vocal identity is enhanced by the enlarged external nose in male proboscis monkeys (Nasalis larvatus)" juga menunjukkan bahwa ukuran hidung yang lebih besar membantu memproduksi suara yang terdengar lebih dalam dan lebih jelas.

Hutan tropis Kalimantan sendiri memiliki struktur yang padat dengan vegetasi lebat, sehingga ukuran hidung yang besar pada bekantan bisa membantu mereka menyampaikan informasi ke sesama anggota kelompoknya.

Evolusi Hidung Besar: Hasil Seleksi Seksual

Berdasarkan temuan ilmiah, hidung besar pada bekantan dipercaya berkembang melalui seleksi seksual, yaitu proses evolusi di mana fitur tertentu dipilih karena memberikan keuntungan dalam reproduksi, bukan hanya semata untuk fungsi fisiologis.

Dalam sistem sosial bekantan yang melibatkan satu jantan dominan dengan beberapa betina, individu jantan yang berhasil menarik lebih banyak betina memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mewariskan gennya, termasuk gen yang memengaruhi ukuran hidung.

Hal ini dijelaskan oleh Koda dkk. melalui publikasinya berjudul "Nasalization by Nasalis larvatus: Larger noses audiovisually advertise conspecifics in proboscis monkeys" yang menemukan korelasi antara ukuran hidung, ukuran tubuh, dan ukuran testis jantan, semuanya dapat menjadi indikator kualitas jantan bagi betina.

Hubungan ini mendukung teori terdahulu bahwa hidung besar berkembang tidak hanya untuk fungsi visual, tetapi juga sebagai bagian dari strategi reproduksi yang kompleks.

Hidung bekantan merupakan salah satu organ evolusioner yang paling menarik pada bekantan. Temuan-temuan ilmiah menunjukkan bahwa hidung besar bukanlah anomali atau kecacatan, tapi merupakan hasil dari ribuan generasi seleksi seksual yang memperkuat bentuk ini hingga sekarang.

Itulah dia fungsi dan bagaimana terbentuknya hidung besar pada bekantan sebagai maskot Kalimantan Selatan. Semoga bisa menambah wawasan detikers!




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads