Cerita Evakuasi Jane dan Bayi Kembarnya yang Tak Biasa

Round Up

Cerita Evakuasi Jane dan Bayi Kembarnya yang Tak Biasa

Tim detikKalimantan - detikKalimantan
Kamis, 05 Mar 2026 08:59 WIB
Bayi orang utan kembar dan induknya dievakuasi di Kutim.
Foto: Dok. BKSDA Kaltim
Balikpapan -

Jane, seekor orang utan betina dewasa berusia 15-20 tahun dievakuasi Conservation Action Network (CAN) Borneo dan Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim). Jane mulanya ditemukan tak jauh dari Simpang Perdau, tempat yang sering ditemukan orang utan turun ke jalan.

Jane merupakan ibu dari bayi kembar orang utan bernama Andrianto dan Parlin, yang berusia 2-3 tahun. Proses evakuasi berjalan tak biasa, sebab ketiganya begitu mudah dibujuk seolah memang menanti pertolongan.

Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristianto, mengatakan pihaknya menerima informasi dari masyarakat jika ada induk orang utan yang turun ke area terbuka. Saat dilakukan pengecekan di hari berikutnya, pihaknya sempat tak menemukan keberadaan orang utan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi pada hari kedua dapat (ditemukan). Ternyata bayinya dua, kita bingung nih, apakah ini bayi orang utan lain, atau bayinya si ibu itu. Tapi kita lihat, besarnya sama, oh ini kembar," ujarnya kepada detikKalimantan, Rabu (4/3/2026).

Menariknya, saat proses penyelamatan Jane dan bayi kembarnya yang diberi nama sangat mudah dievakuasi. Seakan menyerahkan diri dan meminta pertolongan.

"Biasanya saat orang utan sudah berada di pohon yang tinggi jarang banget mau turun, keajaibannya mereka seperti ingin sekali diselamatin dan seakan menyerahkan diri. Jadi evakuasi berjalan cepat," ungkapnya.

Paulinus mengungkapkan, kasus bayi kembar pada orang utan sangat jarang ditemukan. Dalam catatan, kasus kelahiran orang utan kembar di Indonesia terakhir di tahun 2020 di Taman Nasional Tanjung Puting.

"Ini satu dari sekian ratus kasus bayi orang utan kembar ini," ucapnya.

Evakuasi bayi orang utan kembar dan induknya di Kutim, Kaltim (dok : BKSDA Kaltim)Evakuasi bayi orang utan kembar dan induknya di Kutim, Kaltim (dok : BKSDA Kaltim)

Pihaknya pun langsung melakukan analisa citra satelit di lokasi penemuan orang utan dan bayi kembarnya itu. Memang hutan di lokasi tersebut sudah tak mendukung untuk mereka.

"Apalagi dengan kondisi ibu dan bayi kembar, yang artinya ibunya harus ekstra nih, istilahnya dia yang harus makan 1 kg sehari, harus dobel untuk menyesuaikan kebutuhan susu dua anaknya ini, sedangkan kondisi habitatnya tidak memungkinkan, dan diputuskanlah mereka harus diselamatkan dan ditranslokasi," jelasnya.

Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto turut dalam proses evakuasi ini. Melihat kondisi hutan yang terfragmentasi, pihaknya bersama CAN langsung mengambil langkah penyelamatan.

"Proses penyelamatan dilakukan secara ketat dan terukur, kemudian kita lakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya sangat baik, sehingga 3 jam setelah pemeriksaan kami langsung melakukan pelepasliaran kembali di lokasi yang menurut kita aman yang sudah kami lakukan kajian terkait kelayakan lokasi," terangnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads