Kantong Semar Paling Langka di Dunia Hanya Ada di Tebing Batu Bukit Kelam

Kantong Semar Paling Langka di Dunia Hanya Ada di Tebing Batu Bukit Kelam

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Selasa, 21 Apr 2026 14:30 WIB
Nepenthes clipeata di Bukit Kelam, Kalimantan Barat.
Nepenthes clipeata di Bukit Kelam, Kalimantan Barat/Foto: Istimewa (dok iNaturalist)
Sintang -

Salah satu monolit terbesar di dunia yang ada di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat menjadi rumah bagi satu tanaman paling langka dan terancam punah di Indonesia, kantong semar.

Di ketinggian dan curamnya tebing granit Bukit Kelam, tumbuh berbagai jenis kantong semar atau Nepenthes. Tanaman ini dikenal unik karena punya daun berbentuk kantong untuk menangkap serangga. Serangga yang masuk ke dalam kantong akan dicerna dan dijadikan sumber nutrisi tambahan bagi tanaman.

Kantong semar memang banyak ditemukan di Indonesia, tetapi Bukit Kelam memiliki posisi yang sangat istimewa karena menjadi salah satu habitat terpenting bagi tanaman ini di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 14 Jenis Kantong Semar di Bukit Kelam

Dalam data dari penelitian yang dilakukan Candra pada tahun 2022 dengan publikasi berjudul Studi Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Gunung Kelam Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang, menyebut setidaknya ada 4 jenis kantong semar yang hidup di berbagai ketinggian dan kondisi habitat.

Sementara itu, dikutip dari publikasi Mansur dkk. berjudul Ecology of Nepenthes clipeata on Gunung Kelam, Indonesian Borneo, mereka menemukan 8 jenis kantong semar di sepanjang jalur pendakian Bukit Kelam.

Jika digabungkan dengan data dari penelitian lainnya, maka ada 14 jenis kantong semar yang terdiri dari 9 spesies asli dan 5 spesies hasil persilangan alami.
Berikut jenis-jenisnya:

  1. Nepenthes clipeata
  2. Nepenthes reinwardtiana
  3. Nepenthes albomarginata
  4. Nepenthesampullaria
  5. Nepenthes rafflesiana
  6. Nepenthes gracilis
  7. Nepenthes mirabilis
  8. Nepenthes bicalcarata
  9. Nepenthes veitchii
  10. Nepenthes x hookeriana (Campuran N. ampullaria x N. rafflesiana)
  11. Nepenthes x trichocarpa (Campuran N. ampullaria x N. gracilis)
  12. Nepenthes x kuchingensis (Campuran N. ampullaria x N. mirabilis)
  13. Nepenthes x cantleyi (Campuran N. bicalcarata x N. gracilis)
  14. Nepenthes x neglecta (Campuran N. gracilis x N. mirabilis)

Sebagian tumbuh di area hutan lembap, sebagian lagi hidup di lereng berbatu, bahkan ada yang hanya mampu bertahan di celah-celah tebing granit yang hampir tegak lurus.

Di antara semua jenis di atas, Nepenthes clipeata menjadi spesies paling langka sekaligus paling unik. Tanaman ini hanya ditemukan secara alami di Bukit Kelam dan tidak hidup liar di tempat lain di dunia. Karena itulah Bukit Kelam sering disebut sebagai tempat terakhir bagi spesies tersebut.

Nepenthes clipeata, Kantong Semar yang Sangat Langka

Nepenthes clipeata merupakan salah satu spesies kantong semar paling langka di dunia. Tanaman ini hanya tumbuh di tebing-tebing granit vertikal Bukit Kelam pada ketinggian sekitar 600-800 meter di atas permukaan laut. Nama clipeata sendiri berasal dari bahasa Latin clipeus yang berarti perisai bundar, menggambarkan pada bentuk daunnya.

Tanaman ini tumbuh di sela-sela batu granit yang curam, sering kali di area yang sulit dijangkau. Karena hidup di lokasi ekstrem, Nepenthes clipeata memanfaatkan serangga yang terjebak di dalam kantongnya sebagai sumber nutrisi tambahan untuk bertahan di lingkungan ekstrem.

Kantong dari Nepenthes clipeata juga berukuran cukup besar. Pada tanaman dewasa, diameter kantongnya bisa mencapai 30-40 sentimeter, jauh lebih besar dibandingkan banyak jenis kantong semar lain yang rata-rata hanya berukuran di bawah 10 sentimeter.

Daunnya berbentuk peltate, yaitu tangkai daun menempel di bagian bawah helaian daun, bukan tepat di ujung seperti kebanyakan Nepenthes lainnya. Bentuk ini membuat daunnya tampak membulat dan lebar.

Selain itu, clipeata tidak tumbuh merambat tinggi seperti kebanyakan kantong semar lainnya. Batangnya relatif pendek dan hanya mencapai sekitar 2 meter. Tumbuhan ini lebih mirip semak kecil yang merayap di permukaan batu.

Critically Endangered

Nepenthes clipeata masuk kategori critically endangered atau sangat terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Ancaman utamanya berasal dari pencurian tanaman liar, kebakaran hutan, perubahan iklim, dan rusaknya habitat alami.

Pada 1995, peneliti memperkirakan hanya tersisa sekitar 15 tanaman Nepenthes clipeata di alam liar. Penelitian lain sempat menemukan jumlah yang lebih banyak, tetapi populasinya tetap dianggap sangat kecil dan rentan. Studi terbaru oleh Mansur dkk. pada 2021 juga mencatat populasi yang sangat sedikit untuk spesies ini. Sebagian besar tanaman yang ditemukan berjenis kelamin jantan, sehingga membuat perkembangbiakannya semakin sulit.

Bukit Kelam bukan hanya kebanggaan Kalimantan Barat karena statusnya sebagai salah satu monolit terbesar di dunia. Bukit ini juga menjadi rumah bagi tanaman paling langka di bumi, Nepenthes clipeata.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads