Mengenal Ular Cambuk Merah yang Ditemukan Panji Petualang di Kalbar

Mengenal Ular Cambuk Merah yang Ditemukan Panji Petualang di Kalbar

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Jumat, 01 Mei 2026 19:38 WIB
Ular cambuk merah atau Dryophiops rubescens. (dok Instagram @panjipetualang_real)
Foto: Ular cambuk merah atau Dryophiops rubescens. (dok Instagram @panjipetualang_real)
Sintang -

Ular cambuk merah atau Dryophiops rubescens adalah spesies ular unik dari keluarga Colubridae yang sering menarik perhatian para pengamat reptil. Nama 'ular cambuk merah' sendiri merupakan terjemahan dari nama umumnya dalam bahasa Inggris, yaitu red whip snake, yang terkadang disebut brown whip snake atau keel-bellied whip snake.

Dalam situs Thai National Parks, penduduk lokal Thailand menyebut satwa ini dengan nama ngu thao atau ngu sai nampeung. Spesies ini memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan ular cambuk hijau atau cokelat dari genus Ahaetulla (seperti ular pucuk).

Belakangan, jenis ular ini dibahas karena ditemukan oleh Panji Petualang di Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) dan diunggah ke media sosial. Yuk kenali seperti apa ular cambuk merah, mulai dari ciri-ciri, habitat, makanan, persebaran, hingga status konservasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan Panji Petualang di Sintang

Meski tersebar di berbagai negara Asia Tenggara, keberadaan ular cambuk merah di alam liar Indonesia terkadang luput dari pandangan. Hal ini terbukti dari pengalaman Panji Petualang, pecinta reptil terkenal asal Indonesia.

Saat melakukan ekspedisi di kawasan hutan di tepian Sungai Kapuas, tepatnya di Kapuas Kiri Hulu, Kabupaten Sintang, Kalbar, Panji secara tidak sengaja menemukan ular cambuk merah yang sedang merayap di antara ranting pohon. Ular yang ditemukannya saat itu berukuran sekitar 40 sentimeter.

Dalam konten videonya, Panji bahkan merasa bingung karena baru pertama kali menjumpai spesies ini selama ia menjelajah alam liar (terutama di Pulau Jawa), sampai ia meminta warganet untuk membantu mengidentifikasinya. Ia takjub melihat bentuk fisiknya yang berwarna kecokelatan menyerupai dahan serta lidahnya yang berwarna oranye mencolok.

Setelah diidentifikasi lebih lanjut, terkonfirmasi bahwa itu adalah ular cambuk merah. Menurut Panji, ular unik ini masuk dalam kategori berbisa menengah, yaitu dapat menimbulkan bengkak bagi manusia, tetapi mematikan bagi mangsa alaminya.

Klasifikasi Ular Cambuk Merah

Berdasarkan klasifikasinya, ular cambuk merah masih satu genus dengan spesies Dryophiops philippina, ular cambuk endemik Filipina. Berikut klasifikasinya:

  • Kelas: Reptilia
  • Ordo: Squamata
  • Subordo: Serpentes
  • Famili: Colubridae
  • Genus: Dryophiops
  • Spesies: Dryophiops rubescens

Ciri-Ciri Fisik

Dikutip dari Ecology Asia, Dryophiops rubescens merupakan ular berukuran sedang dengan panjang tubuh maksimal mencapai 1 meter. Spesies ini memiliki morfologi yang dirancang khusus untuk kehidupan di pepohonan.

  • Bentuk Tubuh: Sangat ramping dan pipih secara lateral (terkompresi dari sisi ke sisi).
  • Warna dan Pola: Warna dasar tubuhnya bervariasi dari abu-abu hingga cokelat kemerahan (kemerah-merahan), dihiasi dengan bintik-bintik dan bercak berwarna cokelat tua dan krem. Bagian bawah perutnya berwarna krem dengan corak bercak cokelat.
  • Tanda Khas di Kepala: Terdapat garis cokelat tua yang tebal memanjang tepat di belakang masing-masing matanya.
  • Lidah: Memiliki lidah yang berwarna merah cerah, memberikan kontras yang tajam dengan warna tubuhnya.

Habitat dan Perilaku

Spesies ini merupakan hewan diurnal, yang berarti mereka aktif mencari makan di siang hari. Sebagai ular yang bersifat arboreal, mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon.

Dryophiops rubescens umumnya mendiami hutan dataran rendah, termasuk hutan sekunder dewasa. Mereka sangat menyukai area yang lebih hangat dan banyak mendapat paparan sinar matahari, seperti di bagian tepi hutan.

Meskipun sangat adaptif hidup di tajuk pohon, ular ini sesekali akan turun ke tanah jika mereka perlu melintasi bentangan lahan terbuka yang pendek di antara pepohonan atau area hutan yang terpecah.

Untuk urusan mangsa, makanan utama ular cambuk ini terdiri dari hewan-hewan arboreal kecil lainnya, terutama kadal pohon dan katak.

Persebaran Geografis

Ular ini merupakan reptil asli kawasan Asia Tenggara dengan wilayah persebaran yang sangat luas. Anda dapat menemukan spesies ini di negara-negara berikut:

  • Indonesia (khususnya di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa)
  • Thailand (banyak ditemukan di berbagai Taman Nasional di Thailand seperti Kaeng Krachan dan Khao Sok)
  • Kamboja
  • Semenanjung Malaysia
  • Singapura
  • Beberapa wilayah di Filipina

Status Konservasi

Berdasarkan Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), Dryophiops rubescens diklasifikasikan dalam status Risiko Rendah (Least Concern - LC). Status ini disematkan karena jangkauan geografisnya yang sangat luas dan populasinya di alam liar masih dianggap cukup stabil serta belum menghadapi ancaman kepunahan yang signifikan.

Nah, itulah tadi penjelasan mengenai ular cambuk merah yang belakangan ditemukan Panji Petualang di Kalbar. Kalau di tempatmu, apa nama ular ini?

Halaman 2 dari 3
(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads