Pohon Gaharu Kok Bisa Harum? Ternyata Ini Penyebabnya

Pohon Gaharu Kok Bisa Harum? Ternyata Ini Penyebabnya

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 24 Apr 2026 14:02 WIB
Minyak Gaharu Made In Jombang Tembus Pasar Ekspor
Produk minyak dari pohon gaharu. Foto: Enggran Eko Budianto
Balikpapan -

Indonesia adalah salah satu produsen dan eksportir gaharu terbesar di dunia. Pohon besar ini banyak ditemukan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Di Kalimantan sendiri, pohon gaharu tumbuh cukup tersebar luas di sepanjang pulau Borneo. Sudah sejak lama, gaharu jadi komoditas ekspor unggulan karena karena kayunya yang beraroma itu digunakan untuk parfum, dupa, dan bahan minyak atsiri.

Pohon gaharu terkenal karena menghasilkan aroma harum yang khas, hangat, dan kuat. Namun menariknya, harum tersebut sebenarnya tidak berasal dari pohon yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aroma harum gaharu sebenarnya muncul akibat luka. Sementara dalam kondisi normal, kayu gaharu cenderung berwarna pucat, ringan, dan hampir tidak memiliki aroma sama sekali.

Gaharu berasal dari pohon genus Aquilaria dan Gyrinops, yang terkenal contohnya Aquilaria malaccensis, Aquilaria microcarpa, dan Gyrinops versteegii. Aroma harum baru muncul ketika pohon mengalami luka akibat patahan, sambaran petir, serangan serangga, atau infeksi jamur.

Saat terluka, pohon akan menghasilkan resin pelindung yang lama-kelamaan meresap ke dalam kayu. Resin inilah yang membuat gaharu menjadi berwarna gelap dan beraroma harum.

Kenapa Pohon Gaharu Bisa Harum?

Alasan utamanya adalah karena luka. Ketika batang pohon terluka, jamur atau mikroorganisme mulai masuk ke dalam jaringan kayu. Pohon kemudian merespons serangan tersebut dengan menghasilkan resin atau getah pelindung.

Resin inilah yang lambat laun meresap ke dalam kayu dan membentuk bagian kayu berwarna gelap yang disebut gaharu. Semakin banyak resin yang terbentuk, semakin kuat pula aroma harumnya.

Aroma gaharu berasal dari senyawa kimia di dalam resin, terutama senyawa seskuiterpen dan metabolit sekunder lainnya. Senyawa-senyawa ini menghasilkan wangi yang juga berbeda-beda, kadang terasa manis, smoky, earthy, bahkan ada yang tercium sedikit pedas.

Tetapi tidak semua pohon gaharu menghasilkan kayu yang wangi, karena prosesnya butuh waktu lama. Bahkan hanya sebagian kecil pohon yang bisa membentuk resin berkualitas tinggi secara alami.

Proses pembentukan gaharu juga bisa memakan waktu bertahun-tahun sampai resin cukup banyak dan aromanya benar-benar kuat.

Jenis Jamur yang Membantu Pembentukan Aroma

Beberapa jenis jamur diketahui berperan dalam pembentukan resin gaharu. Salah satu yang paling sering diteliti adalah jamur dari genus Fusarium, termasuk Fusarium solani seperti yang dilakukan oleh Subasinghe dalam penelitiannya berjudul Agarwood Resin Inducement Method Using Mycotoxin-Containing Estracts of Selected Fungal Species in Aquilaria crassna.

Jamur ini mampu memicu perubahan warna kayu dan meningkatkan pembentukan resin harum pada pohon gaharu. Selain Fusarium, ada juga jamur lain seperti Cylindrocarpon yang ikut berperan dalam proses tersebut.

Saat ini, petani gaharu sengaja melukai batang dan menyuntikkan inokulum jamur supaya resin cepat terbentuk. Teknik ini dikenal sebagai inokulasi gaharu. Dengan cara tersebut, pohon yang awalnya tidak beraroma bisa mulai menghasilkan kayu harum dalam beberapa tahun.

Harga yang Mahal

Nilai jual gaharu sangat tinggi karena proses terbentuknya tidak mudah. Pohon harus cukup tua, terluka, lalu mampu menghasilkan resin dalam jumlah besar.

Selain itu, tidak semua bagian batang menghasilkan gaharu. Hanya bagian tertentu yang berubah menjadi gelap dan harum.

Semakin pekat warna resin, semakin berat kayunya, dan semakin kuat aromanya, maka harga gaharu biasanya semakin mahal. Kayu gaharu kualitas tinggi biasanya banyak dicari untuk bahan pembuatan parfum dan dupa di berbagai negara Asia dan Timur Tengah.

Halaman 2 dari 2
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads