Mengenal Bulbophyllum thiurum, Temuan Anggrek Baru di Kalimantan

Mengenal Bulbophyllum thiurum, Temuan Anggrek Baru di Kalimantan

Bayu Ardi Isnanto - detikKalimantan
Minggu, 17 Mei 2026 17:01 WIB
Bulbophyllum thiurum, salah satu dari 10 anggrek baru yang ditemukan di Kalimantan. (dok orchidspecies.com)
Foto: Bulbophyllum thiurum, salah satu dari 10 anggrek baru yang ditemukan di Kalimantan. (dok orchidspecies.com)
Murung Raya -

Kekayaan keanekaragaman hayati Nusantara kembali terbukti dengan laporan 10 spesies anggrek baru yang ditemukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satunya adalah Bulbophyllum thiurum yang ditemukan di Kalimantan.

Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Lankesteriana volume 26 (1) tahun 2026 melalui artikel berjudul Ten New Orchid Records from the Indonesian Archipelago. Yuk kenali seperti apa anggrek Bulbophyllum thiurum.

Ternyata Asli Malaysia

Meski termasuk baru ditemukan di Indonesia, spesies Bulbophyllum thiurum sebetulnya sudah diketahui keberadaannya sejak lama. Dalam jurnal tersebut dijelaskan anggrek ini dulu diketahui hanya tersebar di wilayah Semenanjung Malaysia (Johor).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan Bulbophyllum thiurum di Kalimantan Tengah menjadi catatan perluasan distribusi yang signifikan bagi spesies ini. Temuan baru ini masih sejalan dengan batas fitogeografis kawasan Paparan Sunda (Sundaland) yang mencakup daratan Asia hingga Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Dilansir dari situs Orchid Species, Bulbophyllum thiurum pertama kali dicatatkan oleh Vermeulen & O'Byrne pada 2005. Di Indonesia, spesimen anggrek ini dikoleksi pada tanggal 4 Oktober 2023 di daerah Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, pada wilayah dataran rendah dengan ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut.

Hal yang menarik dari penemuan ini adalah catatan habitatnya. Berbeda dengan laporan terdahulu yang menduga bahwa B. thiurum hanya hidup di kawasan hutan primer.

Observasi di Kalteng membuktikan bahwa anggrek ini juga mampu beradaptasi dan tumbuh sebagai epifit di kawasan hutan rawa dataran rendah yang teduh. Terkait siklus reproduksinya, observasi mencatat bahwa spesies ini dapat berbunga di alam liar secara konstan sepanjang tahun.

Klasifikasi dan Morfologi

Spesies anggrek ini termasuk dalam genus Bulbophyllum yang berada di bawah ordo Asparagales, famili Orchidaceae, subfamili Epidendroideae, dan subtribe Dendrobiinae. Ciri-cirinya mirip dengan beberapa spesies anggrek lain, namun ada kekhasannya.

Berikut sejumlah ciri morfologi yang dikutip dari situs Collectors Online:

1. Pola Pertumbuhan

Memiliki pola pertumbuhan simpodial, yaitu tumbuh secara horizontal dengan menghasilkan umbi semu (pseudobulb) baru di sepanjang rimpangnya (rhizome).

2. Umbi Semu dan Daun

Menghasilkan umbi semu berukuran kecil berbentuk bulat telur (ovoid) dengan panjang sekitar 2-3 cm. Setiap umbi memunculkan satu helai daun berwarna hijau tua dengan tekstur liat seperti kulit (leathery). Daun yang panjangnya mencapai 10-15 cm ini memiliki tulang daun tengah (midrib) yang menonjol serta tepi daun yang sedikit bergelombang.

3. Bunga yang Atraktif

Meskipun perbungaannya menggantung dengan jumlah bunga yang tergolong sedikit, B. thiurum menghasilkan kelompok bunga berukuran 2-3 cm yang sangat memikat karena menyerupai figur wanita menari (dancing ladies).

Bunganya berwarna krem keputihan dengan corak keunguan. Bibir bunganya (lip) bersifat mobile sehingga dapat bergoyang saat tertiup angin sepoi-sepoi, memperkuat kesan seperti penari.

4. Struktur Kelopak

Struktur kelopaknya mirip dengan B. plumatum dan B. mirum, namun memiliki pembeda utama. Sepal lateral pada B. thiurum hanya menyatu di area dekat pangkal pada sepanjang tepi atas dan bawahnya.

Bagian kelopak pelengkapnya (petal appendages) menjuntai menyerupai rambut di dekat bagian puncak, berbeda dengan B. plumatum yang membulat atau B. mirum yang berbentuk elips tidak seragam.

Panduan Perawatan Bulbophyllum thiurum

Bagi para kolektor dan pembudidaya yang tertarik untuk merawat kerabat anggrek epifit berkarakteristik serupa, berikut adalah panduan perawatannya:

  • Pencahayaan: Anggrek ini menyukai cahaya yang terang namun tidak langsung (bright, indirect light). Hindari paparan sinar matahari langsung yang terik karena dapat menghanguskan daunnya. Menempatkannya di dekat jendela yang menghadap ke timur seringkali menjadi pilihan ideal.
  • Penyiraman: Lakukan penyiraman secara teratur, namun biarkan media tanam sedikit mengering di antara jadwal penyiraman. Hindari penyiraman berlebih (overwatering) untuk mencegah pembusukan akar.
  • Kelembapan: Spesies ini sangat menyukai lingkungan dengan kelembapan tinggi. Kelembapan dapat ditingkatkan dengan menggunakan humidifier, meletakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan air, atau menyemprot daunnya (misting) secara rutin.
  • Suhu Lingkungan: Sebagai tanaman tropis, suhu hangat antara 20-29°C sangat optimal untuk pertumbuhannya. Jauhkan tanaman dari hembusan angin dingin atau suhu lingkungan yang turun di bawah 15°C.
  • Pemupukan: Gunakan pupuk khusus anggrek yang telah diencerkan dan aplikasikan sebulan sekali selama masa pertumbuhan aktif (seperti di musim semi dan musim panas) untuk merangsang pertumbuhan akar, daun, dan bunga yang sehat.
  • Media Tanam: Tanaman ini dapat dibudidayakan di dalam pot maupun ditempel pada kulit kayu gabus (cork bark) atau batang pakis. Pastikan menggunakan media tanam anggrek yang porous (mudah mengalirkan air) agar sirkulasi udara di area perakaran tetap terjaga dengan baik.

Nah itulah tadi informasi tentang Bulbophyllum thiurum yang baru ditemukan di Indonesia, khususnya di Kalimantan. Adanya eksplorasi keragaman hayati ini terus menambah kekayaan biodiversitas hayati di Indonesia..

Halaman 2 dari 3
(bai/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads