Salah satu ikan hias yang terkenal di kalangan para pencintanya adalah ikan botia badut atau clown loach (Chromobotia macracanthus). Selain warna dan bentuk tubuhnya yang mencolok, ikan botia badut punya perilaku unik yang hanya dimiliki oleh spesies ini saja.
Botia merupakan ikan asli Indonesia yang dapat ditemukan di perairan Sumatera dan Kalimantan, hidup di sungai-sungai tropis yang hangat, jernih, dan kaya vegetasi.
Walaupun terkenal dan jadi koleksi, status konservasi ikan botia masih tergolong Least Concern menurut IUCN Red List. Status ini memang belum masuk kategori terancam punah, tapi perlu menjadi perhatian karena jumlahnya yang terus berkurang di alam liar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri Khas Ikan Botia Kalimantan
Salah satu alasan ikan ini begitu digemari adalah penampilannya yang sangat khas. Tubuh ikan botia badut dasarnya berwarna oranye cerah dengan tiga garis hitam tebal melintang dari kepala sampai ke ekor. Kombinasi warnanya mirip ikan nemo, sehingga mudah dikenali di antara ikan hias lain.
Sirip dada dan sirip perutnya juga memiliki corak kemerahan. Secara ukuran, ikan botia biasanya tumbuh sekitar 15 cm, tetapi dalam kondisi tertentu bisa mencapai 30 cm atau lebih saat hidup optimal di alam maupun akuarium besar. Yang unik, walaupun ukurannya kecil ikan ini dapat hidup cukup lama, bahkan mencapai 20 tahun.
Habitat Alami di Kalimantan dan Sumatera
Di alam liar, ikan botia badut hidup di sungai dan anak sungai tropis Indonesia, termasuk wilayah Kalimantan. Mereka biasanya hidup di dasar perairan, bersembunyi di antara batu, kayu, atau lumpur sungai.
Saat musim hujan dan sungai meluap, botia sering berpindah ke area dataran banjir untuk mencari makanan. Lingkungan yang cukup ekstrem ini membuat mereka pintar beradaptasi dan mencari celah untuk bersembunyi.
Omnivora Kecil
Ikan botia merupakan omnivora yang memakan berbagai jenis makanan. Di alam, mereka mengonsumsi cacing, siput, alga, krustasea kecil, hingga sisa-sisa bahan organik di dasar sungai.
Perilaku Unik Botia Badut
Botia badut diketahui sebagai ikan yang aktif dan hidup dalam kelompok. Mereka bukan ikan penyendiri, justru lebih nyaman hidup dalam kelompok kecil.
Umumnya, ikan ini dipelihara minimal tiga ekor, bahkan lebih baik jika lima ekor atau lebih agar tidak gampang stres.
Dalam kelompok, mereka sering terlihat saling berinteraksi, berenang bersama, dan berperilaku aktif lainnya. Namun, mereka juga bisa menunjukkan dominasi terhadap ikan yang lebih kecil atau lambat. Maka dari itu, pemilihan teman di dalam akuarium harus diperhatikan.
Ikan lain yang cocok biasanya adalah ikan yang lebih besar dan aktif seperti kuhli loach, ikan ekor pedang, rope fish, bichir, dan beberapa jenis cichlid Afrika.
Suara "Klik"
Salah satu fakta paling menarik dari ikan botia adalah kemampuannya menghasilkan suara seperti "klik". Suara ini muncul dari gesekan atau gertakan gigi faring mereka dan bisa terdengar dalam berbagai situasi, ketika senang, saat berinteraksi, atau ketika merasa terancam.
Kemampuan ini seolah menunjukkan botia sedang berkomunikasi satu sama lain di dalam air, sesuatu yang jarang dimiliki oleh ikan hias lainnya.
Warna Bisa Dipengaruhi Pakan
Warna oranye cerah pada tubuh botia ternyata juga dipengaruhi oleh pigmen alami bernama astaxanthin. Pigmen ini juga ditemukan pada salmon dan beberapa spesies air lainnya.
Beberapa pakan ikan hias ditambahkan astaxanthin yang membantu memperkuat warna oranye dan merah pada tubuh botia, makanya nilai jualnya meningkat di pasaran ikan hias.
Pura-Pura Mati
Selain tampilan dan perilaku "klik" yang menarik, botia juga punya beberapa perilaku unik lain. Mereka kadang terlihat berbaring atau pura-pura mati sesaat, lalu kembali seperti biasa. Perilaku ini sering disalahpahami oleh banyak orang. Ikan ini juga dikenal sebagai satu-satunya anggota dari genus Chromobotia, tidak ada anggota lain selain Botia.
Ternyata, di balik tampilannya yang lucu seperti badut, ikan endemik Kalimantan ini punya sederet fakta unik yang menarik. Bagi detikers yang gemar mengoleksi ikan hias, tertarik memelihara botia badut di akuarium?
Simak Video "Menyusuri Perjalanan ke Labuan Cermin di Berau dengan Menggunakan Perahu yang Menyenangkan "
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)