Kalimantan Tengah punya kekayaan sumber daya alam yang melimpah, termasuk berbagai jenis ikan air tawar yang menjadi bagian penting dari kuliner masyarakat setempat. Salah satu yang cukup populer adalah ikan lais, ikan dengan daging lembut dan cita rasa gurih yang khas.
Tak heran jika ikan lais sering diolah menjadi aneka hidangan rumahan maupun sajian khas di Kalimantan Tengah. Selain lezat, ikan lais juga dikenal memiliki kandungan gizi yang baik untuk tubuh.
Perpaduan rasa khas dan nilai gizinya membuat ikan ini tetap menjadi salah satu hasil perairan yang banyak diburu masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Ikan Lais
Ikan lais tabiring. (MMC Kalteng) |
Ikan lais (Cryptopterus limpok dan C micronema) adalah salah satu jenis ikan air tawar endemik dari Kalimantan. Dikutip dari laman Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, ikan ini memiliki ciri khas berupa tubuh yang memanjang dan pipih, serta sirip punggung yang memanjang.
Ikan lais juga memiliki gurat sisi yang memanjang dari kepala hingga pangkal ekor, serta kumis yang menyerupai lele. Ikan lais hidup di perairan tawar, khususnya di sungai-sungai besar di wilayah Kalimantan. Ikan ini menyukai habitat perairan yang tenang dan berlumpur.
Ikan lais merupakan ikan karnivora, makanan utamanya ikan-ikan kecil lainnya atau serangga air. Ikan lais juga merupakan ikan migran, yang akan melakukan migrasi untuk bertelur.
Ikan lais ada beragam jenis dan bentuk, ada lais tipis, lais limpok, hingga lais bamban yang ukurannya lebih besar. Sementara di Kamboja, ikan lais dikenal dengan nama trey kes prak dan sering dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan prahok, yaitu pasta ikan fermentasi khas masyarakat Khmer.
Dirangkum dari buku Dari Huma ke Dapur: Filosofi dan Cita Rasa Masakan Khas Dayak Kalimantan Tengah oleh Yetti Wira Citerawati dan Anisa Silvianti, ikan lais merupakan salah satu ikan yang hidup di perairan sungai Kalimantan.
Ada beberapa jenis ikan lais di area sungai Kalteng yakni ikan lais timah (Kryptopterus apogon), lais limpok (Kryptopteru slimpok), lais kecil (Kryptopterus macrocephalus), lais kintik (Ompok bimacalatus), lais hitam (Ompok hypothalamus), lais tabiring (Belodontichthys dinema) dan lais tapah (Wallago leerii).
Ikan lais tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaya, serta daerah aliran Sungai Chao Phraya hingga Sungai Mekong. Habitat favoritnya adalah sungai-sungai besar yang berair keruh dan berarus cukup deras, terutama di kawasan perairan gambut dengan suhu berkisar antara 21-26 derajat Celsius.
Ikan lais yang sering dikonsumsi diantaranya adalah ikan lais kecil, lais hitam dan lais tabiring. Ikan ini merupakan ikan air tawar yang dikonsumsi masyarakat, mempunyai nilai ekonomis tinggi dan merupakan bahan makanan sumber protein yang disukai oleh masyarakat.
Cara Orang Kalimantan Mengolah Ikan Lais
Lezatnya Lais Bakar dan Sambal Lucung khas Pangkalan Bun. (Sigit Pamungkas/detikKalimantan) |
Ikan lais merupakan salah satu ikan air tawar khas yang hidup di sungai-sungai Kalimantan. Dagingnya yang lembut, gurih, dan minim duri menjadikannya favorit masyarakat lokal maupun wisatawan.
Biasanya, ikan lais dimasak dengan cara dibakar hingga matang. Ikan lais bakar akan lebih enak jika dipadu dengan sambal lucung (sambal bunga kecombrang).
Ikan lais bakar dan sambal lucung jadi sajian andalan orang Kalimantan Tengah. Sambal ini dibuat dari cabai pilihan yang dipadukan dengan bahan-bahan tradisional sehingga menghasilkan rasa pedas, gurih, dan sedikit asam.
Sambal lucung terbuat dari bunga kucung atau kecombrang, cabai rawit, bawang merah, terasi bakar, garam dan gula secukupnya, serta air perasan jeruk limau. Semua bahan diulek menjadi sambal dengan sensasi pedas segar, makin enak disantap dengan nasi putih hangat dan lalapan.
Perpaduan rasa gurih ikan lais yang merupakan ikan khas sungai di Kalimantan dengan pedasnya sambal lucung, dijamin menggugah selera. Rasanya mau nambah nasi terus!
(aau/bai)


