Garam Gunung Krayan, Garam Langka dari Pegunungan Kalimantan

Kalimantan Utara

Garam Gunung Krayan, Garam Langka dari Pegunungan Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Jumat, 03 Jul 2026 20:00 WIB
Garam tak hanya bisa dihasilkan dari air laut. Di Krayan, Kalimantan Utara, yang berlokasi di dataran tinggi garam dengan kualitas baik juga dihasilkan di sana.
Foto: Pradita Utama
Nunukan -

Garam umumnya diproduksi di daerah pinggir pantai. Di Indonesia sendiri, Pulau Jawa dan Nusa Tenggara adalah daerah yang terkenal sebagai pusat produksi garam terbesar karena lautnya memiliki tingkat salinitas yang tinggi.

Selain itu, tau kah detikers jika di Kalimantan ada satu wilayah yang juga memproduksi garam, daerah tersebut bahkan berada di pegunungan! Di daratan tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masyarakatnya mengolah garam dari air asin yang muncul di kawasan pegunungan.

Produk khas ini dikenal sebagai garam gunung Krayan atau dalam bahasa Dayak Lundayeh dikenal sebagai tusu' atau tusu' abuh. Berbeda dengan garam laut, garam ini dibuat masyarakat Krayan dari air sumur garam alami yang dipercaya berasal dari lapisan air laut purba yang terjebak di bawah permukaan bumi akibat proses geologi jutaan tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berasal dari Mata Air Asin

KrayanKrayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Foto: Pradita Utama/BeritaKlik

Krayan merupakan kawasan dataran tinggi yang berada sekitar 900-1.400 meter di atas permukaan laut. Meski jauh dari laut, daerah ini memiliki puluhan mata air asin alami yang menjadi sumber utama pembuatan garam.

Menurut Slow Food Foundation, setidaknya ada sekitar 33 sumber mata air garam di kawasan Krayan, meski tidak semuanya masih aktif dimanfaatkan masyarakat. Air asin tersebut mengalir dari lapisan batuan bawah tanah yang terbentuk ketika kawasan Krayan masih berada di dasar laut jutaan tahun silam sebelum terangkat akibat aktivitas tektonik.

Desa Long Midang dan Teknik Membuat Garam Krayan

Garam tak hanya bisa dihasilkan dari air laut. Di Krayan, Kalimantan Utara, yang berlokasi di dataran tinggi garam dengan kualitas baik juga dihasilkan di sana.Garam tak hanya bisa dihasilkan dari air laut. Di Krayan, Kalimantan Utara, yang berlokasi di dataran tinggi garam dengan kualitas baik juga dihasilkan di sana. Foto: Pradita Utama/BeritaKlik

Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Dayak Lundayeh telah memanfaatkan mata air asin tersebut sebagai sumber garam. Pengetahuan mengenai lokasi sumur, teknik memasak air garam, hingga proses pengemasan diwariskan dari generasi ke generasi tanpa banyak mengalami perubahan.

Salah satu sentra produksi yang paling terkenal ada di Desa Long Midang, Kecamatan Krayan. Hingga kini, proses pembuatannya masih mengandalkan tenaga manusia tanpa mesin, lho.

Tercatat ada dua sumur air asin yang dikeola oleh masyarakat di Desa Long Midang. Tahap pertama dimulai dengan menimba air garam menggunakan alat sederhana berupa ember kecil yang diikat pada sebuah tongkat panjang. Air tersebut kemudian ditampung dalam tong besar selama sekitar 10-15 menit agar endapan mengendap.

Selanjutnya air garam dipindahkan ke dalam drum besi yang telah dibelah menjadi dua. Drum dipanaskan menggunakan kayu bakar selama 12 hingga 24 jam hingga sebagian besar air menguap dan tersisa kristal garam.

Kristal yang terbentuk kemudian dijemur selama satu hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca saat itu. Selama penjemuran, garam harus rutin diaduk agar kristalnya terbentuk merata sebelum akhirnya dikemas. Dalam sehari, para petani garam Krayan bisa menghasilkan hingga 20 kilogram, tergantung kondisi cuaca.

Dua Bentuk yang Berbeda

Garam gunung Krayan dipasarkan dalam dua bentuk. Bentuk pertama berupa garam bubuk yang dikemas dalam plastik, sementara yang kedua berbentuk batang.

Bentuk kedua ini dibuat dengan cara setelah kristal garam terbentuk, garam dimasukkan ke dalam ruas bambu, kemudian dipanggang sampai benar-benar memadat. Setelah dingin, garam dikeluarkan dari bambu lalu dibungkus menggunakan daun elad dan diikat dengan tali dari ranting pohon temar.

Keistimewaan Garam Krayan

Garam tak hanya bisa dihasilkan dari air laut. Di Krayan, Kalimantan Utara, yang berlokasi di dataran tinggi garam dengan kualitas baik juga dihasilkan di sana.Garam gunung Krayan. Foto: Pradita Utama/BeritaKlik

Keunikan garam gunung Krayan bukan hanya karena dihasilkan dari pegunungan, tapi juga kandungan mineralnya yang kaya. Penelitian yang dilakukan peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), X-Ray Diffraction (XRD), dan Scanning Electron Microscopy (SEM) menemukan bahwa garam ini mengandung berbagai mineral seperti natrium (Na), kalium (K), magnesium (Mg), aluminium (Al), tembaga (Cu), seng (Zn), besi (Fe), barium (Ba), dan stronsium (Sr).

Masyarakat setempat juga merasa garam ini memiliki cita rasa yang lebih lembut dibanding garam laut biasa sehingga banyak digunakan untuk memasak sup, sayur, dan untuk mengawetkan daging.

Walaupun diproduksi secara tradisional di tengah pegunungan, garam gunung Krayan nyatanya terkenal hingga mancanegara. Lokasi Krayan yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat garam ini diekspor langsung ke daerah Sabah dan Sarawak.

Produksi yang terbatas juga membuat nilai jual garam gunung Krayan harganya relatif lebih tinggi dibanding garam dapur biasa. Bagaimana, sudahkah detikers mencobanya?

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menjelajahi Hutan Mencari Buah Lempasu di Kalimantan Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads