Sejarah dan Fakta Unik Nasi Goreng, Masakan Sederhana yang Rasanya Luar Biasa

Sejarah dan Fakta Unik Nasi Goreng, Masakan Sederhana yang Rasanya Luar Biasa

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Rabu, 07 Jan 2026 05:59 WIB
nasi goreng gerobak
Nasi Goreng. Foto: detikFood
Balikpapan -

Nasi goreng jadi semakin populer, sejak muncul niat orang zaman dulu ingin mengolah nasi sisa agar tak mubazir. Namun kemudian resep ini malah jadi hidangan favorit di beragam negara Asia.

Meski nasi goreng terkenal dari Indonesia, nyatanya resep nasi goreng tidak lahir dari Tanah Air. Dimulai dari negeri China, nasi goreng kemudian menjelajah secara luas ke hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Nasi goreng bahkan menjadi makanan yang sangat digemari di Indonesia.

Sejak ratusan tahun lalu, nasi goreng menjelajah beberapa negara. Resep nasi goreng dibawa oleh para perantau asal China yang singgah di negara-negara tujuannya. Resep nasi goreng pun berevolusi sesuai selera lidah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Nasi Goreng

nasi goreng gilaNasi goreng gila. Foto: detikFood/iStock

Dirangkum oleh detikFood, sejarah masakan China dapat ditelusuri kembali sejak 1500 SM. Adanya sejarah yang panjang ini, membuat masakan China lebih mendominasi di seluruh dunia. Orang China yang bermigrasi ke berbagai negara di seluruh dunia inilah yang menyebabkan penyebaran masakan China berkembang ke negara lain.

Berdasarkan catatan sejarah, nasi goreng khas China ini sudah ada sejak 4.000 SM lalu. Namun, resep nasi goreng asli diciptakan pada masa dinasti Sui (589-618 Masehi).

Sejarah pembuatan nasi goreng konon bermula dari tahun 4000 Sebelum Masehi, masyarakat China sudah menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Dirangkum dari laman The Spruce Eats dan History Timelines, saat itu nasi mulai dikreasikan menjadi berbagai hidangan, bumbunya masih sangat sederhana.

Masyarakat China terbiasa membuat nasi goreng karena mayoritas orang tidak suka menyantap makanan dingin. Nasi goreng adalah alternatif sajian hangat yang bisa diolah dari makanan yang ada.

Agar rasanya semakin enak, nasi goreng kemudian ditambahkan berbagai bumbu. Lambat laun semakin banyak yang melakukan cara ini, alhasil nasi goreng seolah jadi kreasi makanan baru yang banyak disantap.

Setelah ditelusuri, resep nasi goreng orisinal tercipta sejak masa dinasti Sui yakni periode tahun 589-618 Masehi. Whetstone Magazine mencatat nasi goreng diperkirakan berasal dari kota Yangzhou di provinsi Jiangsu timur.

Kota tersebut berlokasi di antara Sungai Yangtze dan Grand Canal, dikenal dengan teknik masak ala kekaisaran China karena seringnya kaisar dan pejabat berkunjung ke sana. Pada masa lampau, Yangzhou dikenal sebagai pusat politik dan ekonomi China yang ditopang berkat perdagangan garamnya.

nasi goreng oriental untuk sarapannasi goreng oriental. Foto: Instagram

Saat itu banyak chef asing datang sehingga gaya masak khas mereka menjadi bagian dari budaya makanan Yangzhou. Dari kota inilah kemudian populer sebutan nasi goreng yang chou atau nasi goreng ala oriental. Yang chou masih disebut-sebut sebagai nasi goreng oriental dan kini menu ini masih jadi hidangan andalan di beberapa restoran China.

Nasi goreng yang chou dibuat dengan berbagai isian. Dahulu masyarakat China membuat nasi goreng dengan isian daging babi panggang, udang, kacang polong dan daun bawang.

Selama Dinasti Sui, nasi goreng konon dipopulerkan oleh Kaisar Yang yang menyukai hidangan tersebut. Nasi goreng kemudian banyak dibuat oleh para petani di sana.

Menariknya, nasi goreng menjadi solusi untuk memanfaatkan makanan yang tersisa. Warga China saat itu menghindari pemborosan di tengah ketimpangan ekonomi setelah hampir 4 abad perpecahan.

Bruce King dalam buku Street Food Around the World An Encyclopedia yang diterbitkan pada 2013 menyebut nasi goreng dahulu banyak dikonsumsi para petani. Tak heran kalau di China nasi goreng dikenal sebagai makanan para petani.

Keluarga petani yang memiliki nasi sisa, tidak akan membuangnya. Mereka kemudian mengilah nasi dengan cara digoreng dengan sedikit minyak dan campuran sayur.

Pada masa itu, nasi goreng disebut makanan orang miskin. Nasi goreng dibuat dalam porsi banyak karena tujuannya agar bisa dimakan bersama. Inilah sebabnya nasi goreng China selalu dibuat dalam porsi banyak.

Warga China memutar otak mengubah sisa makanan yang mereka miliki menjadi hidangan baru yang nikmat. Sisa itu mencakup nasi kemarin, telur, daun bawang, sedikit sayuran, dan protein.

Bumbunya terkadang saus tiram, kecap, atau yang lebih klasik yaitu hanya dengan garam. Baru kemudian muncul variasi penggunaan bahan seperti minyak wijen, bawang putih, hingga saus XO yang pedas.

Nasi goreng menyebar secara perlahan selama ratusan tahun. Para perantau asal China mengolah nasi goreng di tempat rantau mereka.

Mulai dari sinilah nasi goreng tercipta dengan berbagai varian. Dengan konsep memasak yang sama, nasi goreng sekarang hadir dengan banyak varian. Biasanya nasi goreng akan dibuat dengan bumbu tambahan yang rasanya disesuaikan dengan selera lidah orang setempat.

Jejak Nasi Goreng Masuk ke Indonesia

Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaNasi goreng jadi menu andalan warung di Indonesia. Foto: Yenny Mustika Sari/BeritaKlik

Nasi goreng di Indonesia dikenal sebagai makanan berupa nasi yang digoreng dan dicampur dalam minyak goreng, margarin, atau mentega. Biasanya ditambah dengan kecap manis, bawang merah, bawang putih, asam jawa, lada, dan bahan yang lainnya; seperti telur, daging ayam, dan kerupuk. Ada pula nasi goreng jenis lain yang dibuat bersama dengan ikan asin yang juga populer di seluruh wilayah Indonesia.

Mengenai jejaknya di Asia Tenggara, diperkirakan nasi goreng masuk pada abad ke-16. Hidangan simpel ini diperkenalkan oleh pedagang dan imigran China.

Belum ada catatan sejarah yang pasti yang menjelaskan kapan nasi goreng pertama kali masuk ke Indonesia. Namun, diyakini nasi goreng tersebar ketika hubungan antara Tionghoa dan Indonesia dimulai pada era perdagangan, yakni sejak zaman Kerajaan Sriwijaya atau sekitar abad ke-10.

Orang Tionghoa yang mulai menetap sehingga memiliki pengaruh dalam budaya Indonesia, terutama cara memasak dan makanannya. Laman Lucky Kitchen menyebut nasi goreng di Indonesia dan Malaysia dibuat dengan bumbu utama berupa kecap manis. Kemudian diberi isian beragam daging dan seafood.

Jumlah variasi nasi goreng di Indonesia mencapai 104. Hal ini diungkap Dwi Larasatie Nur Fibri dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dikutip dari laman resmi UGM.

"Setidaknya ada 104 jenis nasi goreng tersebar di Indonesia yang terdiri dari 36 jenis nasi goreng yang dapat ditelusuri asal-usulnya dan 59 lainnya merupakan jenis nasi goreng pengembangan yang tidak bisa ditelusuri daerah asalnya," tulis Dwi.

Kepopuleran nasi goreng juga dipengaruhi oleh akses yang mudah terhadap hidangan ini. Nasi goreng ditawarkan di restoran kelas atas hingga penjual kaki lima, seperti di gerobak dan warung tenda.

Harganya murah meriah, variasinya banyak, dan rasanya nikmat. Tak heran jika nasi goreng kaki lima menjadi incaran sampai sekarang.

Nasi goreng gerobakan biasanya dibuat dengan teknik khusus hingga memunculkan aroma smokey sedap, ditambah rasa gurih yang nikmat. Variasinya beragam, seperti nasi goreng gila, nasi goreng cabai rawit, nasi goreng ala Chinese, nasi goreng kambing, hingga nasi goreng merah.

Nasi goreng di Indonesia memiliki beberapa variasi, seperti nasi goreng Jawa, nasi goreng babat asli Semarang yang berwarna agak cokelat dan kombinasi lauk babat, atau nasi goreng Surabaya yang bewarna merah kecokelatan dengan telur dadar dan suwiran ayam.

Nasi Goreng Dimasak dengan Wok Pan

Warung Pakdhe: warung nasi goreng dan chinese food milik mantan chef SolariaWarung Pakdhe. Foto: Yenny Mustika Sari/BeritaKlik

Nasi goreng biasanya dimasak dengan wajan cekung atau wok pan berasal dari China. Wok pan merupakan wajan dengan bentuk cekung yang biasanya terbuat dari bahan besi baja. Bentuknya yang cekung dan dalam diakui sangat memudahkan untuk memasak dan mencampurkan bahan-bahan untuk menyajikan hidangan yang lezat.

Menurut laporan pada School of Wok, wok pan pertama kali diciptakan di China lebih dari 2.000 tahun silam. Jika menarik pada garis kepemimpinan, wajan ini digagas pada masa pemerintahaan dinasti Han.

Kata 'wok' sendiri berasal dari bahasa Kanton yang artinya periuk untuk memasak. Awalnya wajan ini dibuat dengan bahan baja dengan tujuan lebih tahan panas dan awet penggunaannya.

Ada beberapa teori yang juga disebutkan dalam sejarah pembuatan wok pan oleh masyarakat China. Pada masa dinasti Han, banyak suku yang melakukan perjalanan dengan jumlah rombongan yang besar.

Selain membutuhkan peralatan memasak yang multifungsi tetapi juga dibutuhkan alat untuk memasak dalam jumlah banyak. Selain itu, masa sulit yang dialami juga memaksa orang China memasak hanya dengan sedikit minyak.

Saking Enaknya, Nasi Goreng Dibuat Lagu

lagu nasi goreng Louisa Johanna Theodora 'Wieteke' van Dort atau yang dikenal dengan nama Tante Lien. Foto: iStock/Alchetron

Saking terkenalnya dan seolah-olah menjadi ciri khas budaya asli, nasi goreng telah membuat sejumlah orang rindu akan kehadirannya. Pernahkah kalian mendengar sebuah judul lagu 'Geef Mij Maar Nasi Goreng' yang berarti 'berikan aku nasi goreng saja?'.

Lagu ini ditulis oleh seorang wanita berkebangsaan Belanda yang bernama Louisa Johanna Theodora 'Wieteke' van Dort atau yang dikenal dengan nama Tante Lien pada tahun 1979. Dikutip dari buku Multikulturalisme Makanan Indonesia oleh Unsiyah Anggraeni, Tante Lien lahir di Surabaya pada tahun 1943 dan tinggal di Surabaya hingga berusia 14 tahun.

Kemudian, ia memutuskan pindah ke Den Haag, Belanda karena pada tahun 1957 konflik Irian membuat hubungan antara Indonesia dan Belanda memanas. Sekembalinya ke Belanda, perasaan rindu akan makanan dan suasana musim di Indonesia membuatnya menulis lagu tersebut.

Dari sejarah penciptaan lagu tersebut bisa dikatakan bahwa nasi goreng sudah menjadi ikon kuliner Indonesia sejak dulu. Secara detil juga digambarkan lauk pelengkap nasi goreng khas Indonesia, telur ceplok, kerupuk dan sambal.

Begitu populernya lagu ini di Belanda secara tak langsung tante Lien mempopulerkan nasi goreng, kuliner Indonesia di Belanda. Bagi sebagian orang Belanda yang pernah tinggal di Indonesia atau blasteran Indo-Belanda, nasi goreng jadi makanan nostalgia.

Kenyataan sejarah ini juga mengukuhkan bahwa nasi goreng dengan telur ceplok dan kerupuk sebagai makanan ikonik asli Indonesia. Berikut ini lirik lagu 'Geef Mij Maar Nasi Goreng':

Toen wij repatrieerden uit de gordel vansmaragd
Dat Nederland zo koud was hadden wij toch nooit gedacht
Maar 't ergste was 't eten.
Nog erger dan op reis
Aardapp'len, vlees en groenten en suiker op de rijst

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij

Geen lontong, sate babi, en niets smaakt hier pedis
Geen trassi, sroendeng, bandeng en geen tahoe petis
Kwee lapis, onde-onde, geen ketella of ba-pao
Geen ketan, geen goela-djawa, daarom ja, ik zeg nou

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij

Ik ben nou wel gewend, ja aan die boerenkool metworst
Aan hutspot, pake klapperstuk, aan mellek voor de dorst
Aan stamppot met andijwie, aan spruitjes, erwtensoep
Maar 't lekkerst toch is rijst, ja en daarom steeds ik roep

Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij
Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas
bier erbij

Terjemahan lagu dalam bahasa Indonesia:

Saat kami tiba dari Indonesia
Kami tidak pernah tahu bahwa Holland begitu dingin
Yang paling buruk adalah makanannya, lebih buruk dari makanan yang kami dapat selama di perjalanan
Kentang, daging dan sayuran dan nasi dengan gula.
(Refrain) Beri saja aku nasi goreng dengan omelet telur
dengan sambal dan kerupuk dan segelas bir
Beri saja aku nasi goreng dengan ceplok telur
dengan sambal dan kerupuk dan segelas bir
Tidak ada lontong, sate babi, tidak ada rasa pedas
tidak ada terasi, serundeng, bandeng, dan tahu petis
Kue lapis, onde-onde, tidak ada ketela pohon atau bakpau
Tidak ada ketan, tidak ada gula jawa, jadi aku berkata

Namun sekarang aku telah beradaptasi dengan kubis dan buncis
hutspot (masakan khas Belanda), dengan parutan kelapa dan susu
Stamppot (masakan khas Belanda) dengan sayuran andijwie, spruitjes, dan sup erwtens
apapun itu, nasi tetaplah yang terbaik.

Nah, itulah tadi sejarah dan fakta unik dari kelezatan nasi goreng. Apakah kamu suka nasi goreng?

Halaman 2 dari 3
(aau/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads