Cerita Wanita Harus Dirawat Intensif gegara Santap Ikan Fermentasi

Cerita Wanita Harus Dirawat Intensif gegara Santap Ikan Fermentasi

Sonia Basoni - detikKalimantan
Selasa, 24 Mar 2026 16:30 WIB
Usai Makan Ikan Fermentasi, Wanita Ini Nyaris Tewas
Usai Makan Ikan Fermentasi, Wanita Ini Nyaris Tewas. Foto: Site News
Balikpapan -

Trinity Peterson-Mayes, wanita 24 tahun di Arizona, Amerika Serikat nyaris kehilangan nyawanya setelah menyantap hidangan ikan fermentasi buatan temannya.

Peterson-Mayes yang diketahui merupakan penyintas kanker, mendadak mengalami gangguan serius beberapa jam setelahnya. Gejala dimulai dari merasa kesulitan menelan, tetapi kondisinya memburuk dengan sangat cepat.

"Perlahan, dalam waktu 24 jam, saya yang awalnya hanya tidak bisa minum air banyak, akhirnya sama sekali tidak bisa minum air," ujar Peterson-Mayes, dilansir detikFood dari NYPost.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis Peterson-Mayes menderita botulisme, penyakit langka namun sangat berbahaya yang disebabkan oleh racun bakteri yang menyerang sistem saraf.

Penyakit ini dapat mengganggu komunikasi antara saraf dan otot sehingga memicu kelumpuhan, gangguan pernapasan, hingga kematian jika tidak segera ditangani. Hidangan yang diduga menjadi penyebabnya adalah ikan todak (swordfish) fermentasi yang ia santap saat makan bersama teman-temannya.

"Itu rasanya sangat tidak enak, jujur saja. Katanya makanan itu sehat, jadi saya pikir tidak apa-apa mencobanya," kata Peterson-Mayes.

Namun beberapa jam kemudian, gejala mulai muncul. Ia tidak bisa menelan air liur, otot wajahnya melemah, dan tubuhnya semakin sulit digerakkan. Ia bahkan harus dipindahkan ke pusat perawatan neurologi khusus di Phoenix, karena kondisinya terus menurun.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), botulisme memang tergolong penyakit langka, tetapi tingkat kematiannya bisa mencapai 5% hingga 10% jika tidak segera diobati.

Beberapa jenis makanan memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan botulisme. Salah satunya produk makanan kaleng terutama yang rendah asam seperti sayur dan daging, paling berisiko jika tidak diproses dengan benar.

Seafood fermentasi juga berbahaya karena bakteri bisa tumbuh tanpa udara. Selain itu, makanan dari kaleng yang rusak, kentang panggang yang dibungkus aluminium lalu dibiarkan lama, serta bawang putih dalam minyak yang disimpan di suhu ruang juga bisa memicu botulisme jika tidak ditangani dengan tepat.

Peterson-Mayes akhirnya mendapatkan suntikan antitoksin yang menyelamatkan nyawanya, meski proses pemulihannya diperkirakan berlangsung cukup lama.

"Saat sadar, saya sudah terpasang tiga infus, tidak bisa bergerak sama sekali. Itu sangat menakutkan," ujarnya.

Dari lima orang yang ikut menyantap hidangan ikan fermentasi tersebut, dua lainnya juga didiagnosis mengalami botulisme. Kini Peterson-Mayes masih menjalani pemulihan dan mengaku lebih berhati-hati terhadap makanan, terutama seafood.

"Sekarang saya bahkan takut makan sushi," pungkasnya.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads