7 Oleh-oleh Khas Banjarbaru Kalimantan Selatan, Pernah Coba?

7 Oleh-oleh Khas Banjarbaru Kalimantan Selatan, Pernah Coba?

Anindyadevi Aurellia - detikKalimantan
Senin, 20 Apr 2026 14:00 WIB
kue bingka
kue bingka. Foto: shutterstock
Banjarbaru -

Banjarbaru, ibu kota Kalimantan Selatan ini dikenal memiliki ragam kuliner khas yang menggugah selera. Jika kamu berkunjung ke kota ini, rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-olehnya.

Mulai dari camilan tradisional hingga produk khas daerah, Banjarbaru menawarkan banyak pilihan yang cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga maupun teman. Oleh-oleh khas Banjarbaru umumnya memiliki cita rasa manis, gurih, dan tekstur yang unik, mencerminkan perpaduan budaya Banjar yang kaya akan tradisi kuliner.

Banyak di antaranya dibuat menggunakan resep turun-temurun, sehingga tidak hanya lezat tetapi juga menyimpan nilai budaya yang menarik untuk dikenal lebih jauh. Selain itu, beberapa produk bahkan cukup tahan lama sehingga praktis dibawa bepergian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

7 Oleh-oleh Khas Banjarbaru

Lalu, apa saja oleh-oleh khas Banjarbaru yang layak kamu coba dan bawa pulang? Berikut 7 oleh-oleh khas Banjarbaru Kalimantan Selatan yang populer, rekomendasi detikKalimantan:

1. Talam Durian

Olahan durian menjadi salah satu kuliner andalan dari Kalimantan. Salah satunya talam durian, camilan tradisional ini dikenal populer di Pekanbaru dan juga Kalimantan Selatan.

Rasanya yang manis dan gurih membuat makanan ini mempunyai banyak sekali penggemar. Biasanya beda daerah maka akan beda juga cita rasanya.

2. Apam Kenari

Oleh-oleh lainnya yakni apam kenari. Bentuknya mirip seperti kue mangkuk di Jawa, teksturnya seperti apam barabai namun lebih ringan. Kue apam kenari menjadi salah satu oleh-oleh khas Banjarbaru yang modern namun punya cita rasa tradisional.

3. Kue Lam

Kue Lam. (SiOPEN Balangan)Kue Lam. (SiOPEN Balangan)

Kue Lam merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang juga populer di Banjarbaru. Sekilas, tampilan kue lam mirip dengan lapis legit namun lebih basah.

Kue ini dikenal memiliki rasa manis dan legit dengan tekstur yang cukup padat serta sedikit berminyak. Secara umum, Kue Lam hadir dalam dua variasi, yaitu versi kukus dan versi panggang.

Keunikan kue ini juga terlihat dari latar belakang para pembuatnya yang banyak berasal dari keturunan Arab. Kue Lam dibuat menggunakan bahan utama tepung ketan dan gula merah, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih yang khas.

Teksturnya kenyal dan cukup padat, menjadikannya berbeda dari banyak kue tradisional lainnya. Meskipun bahan dan cara pembuatannya terbilang sederhana, proses membuat Kue Lam memerlukan ketelatenan agar menghasilkan tekstur dan rasa yang tepat.

4. Mandai

Kuliner mandai atau dami khas Kalimantan.Kuliner mandai atau dami khas Kalimantan. Foto: dok DJKN Kementerian Keuangan

Mandai adalah salah satu makanan khas yang berasal dari Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Tengah namanya dikenal dengan sebutan dami. Makanan ini unik karena berbahan baku dari kulit cempedak.

Mandai yang sudah difermentasi dapat diolah menjadi sambal goreng mandai, mandai batanak (dimasak dengan santan), mandai goreng biasa, ditumis pedas, disajikan dengan sambal terasi, atau langsung menjadi pendamping nasi.

5. Kue Rangai

Kue Lam. (SiOPEN Balangan)Kue Lam. (SiOPEN Balangan)

Kue Rangai merupakan salah satu kue tradisional yang dibuat dari campuran parutan kelapa, gula, dan tepung beras. Di Banjarmasin dan Banjarbaru, kue ini sering disajikan sebagai pelengkap saat minum teh maupun dalam berbagai acara adat dan kegiatan resmi.

Sekilas tampilannya menyerupai wingko babat, namun keduanya memiliki perbedaan pada cita rasa. Kue Rangai cenderung bercita rasa gurih dengan tekstur lebih kering, sedangkan wingko babat identik dengan rasa manis dan legit.

Kue Rangai juga kerap dijumpai sebagai sajian di rumah masyarakat Melayu di Bangka Belitung. Bahan yang digunakan pun bisa bervariasi, tergantung kebiasaan masing-masing daerah. Ada yang memakai tepung beras maupun tepung sagu, serta menggunakan gula merah atau cukup gula pasir sebagai pemanis.

Kini, kue ini hadir dalam beragam varian seperti keju, jahe, wijen, hingga susu, sehingga memberikan pilihan rasa yang lebih beragam tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.

6. Rimpi Pisang

Rimpi Pisang. (SIPENSI)Rimpi Pisang. (SIPENSI)

Rimpi pisang yang jika di Jawa dikenal dengan sebutan salai pisang, merupakan salah satu camilan tradisional yang jadi oleh-oleh di Banjarbaru. Makanan ini dibuat dari pisang yang diiris tipis, lalu dijemur atau diasapi hingga kering sehingga menghasilkan tekstur kenyal dengan rasa manis alami dari buahnya.

Sejak dahulu, pisang rimpi telah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Kalimantan. Cara pembuatannya yang relatif sederhana, namun mampu menghasilkan rasa yang nikmat, membuat camilan ini tetap diminati dan bertahan populer hingga sekarang.

7. Bingka

Bingka Barandam. Foto: SIOPEN Hulu Sungai SelatanBingka Barandam. Foto: SIOPEN Hulu Sungai Selatan

Kalimantan Selatan sangat kaya akan koleksi wadai atau aneka kue-kue tradisional. Salah satu andalannya adalah kue bingka yang banyak ragamnya.

Kue bingka merupakan camilan manis khas Banjar yang berbentuk menyerupai bunga. Kue ini memiliki citarasa legit, manis, dan teksturnya lembut.

Biasanya, kue bingka berwarna kuning. Tampilan kue bingka kadang mengingatkan kita dengan kue lumpur dan bika ambon.

Salah satu yang menjadi karakteristik bingka yakni dipanggang dengan cetakan berbentuk bunga, sehingga membedakan dengan jajanan pasar berwarna kuning lainnya. Bentuk bingka berlekuk-lekuk mirip kelopak bunga.

Bingka klasik biasanya dikukus dengan daun pisang sebagai alas, memberikan sentuhan tradisional yang khas. Bahan dasar kue bingka bervariasi, ada yang dibuat dari tape, labu, pandan, hingga kentang. Ada bermacam-macam perisa bingka seperti bingka tapai ketan, bingka kentang, bingka labu, bingka pandan, bingka kelapa dan lain sebagainya.

Salah satu variasinya yang paling terkenal adalah bingka barandam yang dibuat dari tepung terigu dan direndam kuah gula merah. Bingka menjadi salah satu kue yang digunakan dalam tradisi suku Banjar untuk acara-acara istimewa.

Bingka bahkan tak cuma punya rasa manis, ada bingka tumis yang punya cita rasa gurih dengan sensasi pedas dari taburan cabai di atasnya. Bingka tumis punya nama lain bingka rabuk atau bingka balumbuk.

Halaman 2 dari 2
(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 



Hide Ads