Bubur Pedas Sambas dan Daun Kesum, Cita Rasa Umami Khas Kalimantan Barat

Bubur Pedas Sambas dan Daun Kesum, Cita Rasa Umami Khas Kalimantan Barat

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 14 Mei 2026 21:01 WIB
5 Fakta Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Hemat saat Perang
Bubur pedas khas Sambas. Foto: Istimewa
Jakarta -

Rindangnya hamparan hijau hutan Kalimantan Barat menyimpan satu tanaman aromatik yang diam-diam menjadi rahasia rasa di balik berbagai hidangan khas Kalbar.

Daun kesum namanya, tanaman bernama ilmiah Polygonum minus Huds. ini dikenal juga dengan sebutan daun laksa karena begitu identik dengan hidangan berkuah seperti laksa, soto, dan yang paling khas adalah bubur pedas Sambas.

Bagi masyarakat Kalimantan Barat, daun kesum bukan hanya sebagai pelengkap masakan. Aromanya yang segar dengan sentuhan citrus dan kemangi membuat masakan terasa lebih harum, gurih, dan memiliki karakter rasa yang khas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka dari itu, daun ini jadi kondimen penting dalam berbagai masakan Melayu pesisir, terutama di wilayah Sambas, Pontianak, Singkawang, hingga Mempawah.

Popularitas daun kesum juga meluas hingga negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di Malaysia sendiri, daun ini menjadi komponen wajib yang ada pada laksa, makanya masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya sebagai daun laksa.

Daun Aromatik Khas Lahan Tropis

Daun kesum (Polygonum minus Huds.)Daun kesum (Polygonum minus Huds.) Foto: Dok. Istimewa

Daun kesum tumbuh liar di daerah yang lembap seperti rawa, tepian sungai, selokan, dan danau. Tanaman ini juga mampu hidup di daerah perbukitan dengan suhu yang lebih dingin. Bentuknya berupa semak dengan tinggi mencapai satu meter di dataran rendah dan bisa lebih tinggi di wilayah berbukit.

Batangnya kecil berwarna hijau kemerahan, sementara daunnya berbentuk lanset memanjang berwarna hijau gelap. Ciri yang paling mudah dikenali dari tanaman ini adalah aromanya yang kuat dan segar. Sekilas mirip kemangi, tetapi ada sentuhan citrus yang lebih tajam dan khas.

Karena aromanya itulah daun kesum sering dijadikan garnish pada masakan. Daun ini biasanya dimasukkan ketika masakan sudah matang, sebagai pelengkap agar aromanya tercium sempurna.

Selain digunakan dalam masakan tradisional Melayu, daun kesum ternyata juga digunakan dalam saus pesto, cream sauce, maupun saus tomat ala western karena aromanya memberi karakter rasa yang unik.

Bubur Pedas Sambas dan Rahasia Aroma Kesum

5 Fakta Bubur Pedas Khas Sambas, Makanan Hemat saat PerangKondimen bubur pedas. Foto: Istimewa

Nah, salah satu hidangan paling terkenal yang menggunakan daun kesum adalah bubur pedas Sambas. Walaupun namanya mengandung kata pedas, bubur ini sebenarnya tidak terlalu pedas seperti yang dibayangkan banyak orang.

Bubur pedas Sambas merupakan bubur gurih khas Melayu yang dibuat dari campuran beras sangrai, aneka sayuran, rempah-rempah, dan yang terpenting adalah daun kesum. Teksturnya lebih mirip sup kental dengan aroma rempah yang kuat dan rasa gurih dari berbagai bahan yang dimasak bersama.

Daun kesum di sini menjadi elemen penting yang membuat bubur ini terasa berbeda. Aromanya memberi sensasi segar sekaligus umami yang khas. Tanpa daun kesum, bubur pedas Sambas akan terasa ada yang kurang.

Tidak hanya terkenal di Sambas, bubur pedas juga telah menyebar luas ke berbagai daerah bekas kawasan Melayu seperti Pontianak, Bengkayang, Singkawang, dan Mempawah. Bubur pedas bahkan sering menjadi menu khas saat bulan Ramadan maupun acara adat masyarakat Melayu.

Biasanya bubur ini disantap bersama ikan teri, kacang tanah goreng, sambal, atau perasan jeruk sehingga rasanya semakin kaya.

Walaupun sudah sangat terkenal di Kalimantan Barat, daun kesum sebenarnya masih belum terlalu dikenal di banyak daerah Indonesia lainnya. Ibarat hidden gem, daun kesum belum banyak dieksplor pada olahan kuliner Nusantara.

Padahal daun aromatik ini bisa dipakai layaknya kemangi, dicampurkan ke sambal, kari, laksa, soto, hingga berbagai hidangan seafood. Aroma segarnya membuat makanan terasa lebih nendang dan menggugah selera.

Daun ini juga punya daya tahan yang cukup baik selama disimpan di tempat dingin, bagian akarnya direndam air bersih. Saat ini, bibit daun kesum pun mulai banyak dijual secara online dengan harga bervariasi, mulai puluhan hingga ratusan ribu rupiah tergantung ukuran tanaman.

Jadi, jika berkunjung ke Kalimantan Barat, jangan lupa coba bubur pedas Sambas dan rasakan aroma unik dari daun kesum yang bikin nagih!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Belajar Menarikan Tarian Khas dari Sanggar Seni di Singkawang"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads