Nasi Tiwul Mbok Poni di Desa Kumpai Batu Atas, Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Barat, menjadi salah satu kuliner unik di Kalimantan Tengah. Menu ini menghadirkan cita rasa khas Jawa lengkap dengan opor ayam kampung yang telah melegenda selama puluhan tahun di tanah Borneo.
Warung sederhana milik Mak Poni menyajikan nasi tiwul yang disajikan hangat bersama opor ayam kampung bercita rasa gurih dan rempah yang meresap hingga ke dalam daging.
Keberadaan nasi tiwul di Kumpai Batu Atas juga menjadi pengobat rindu bagi masyarakat Jawa yang tinggal di Kalimantan. Tidak sedikit pelanggan yang sengaja menempuh perjalanan dari Pangkalan Bun hanya untuk menikmati sajian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mak Poni mengatakan usaha kuliner tersebut telah dirintis pada tahun 2003. Berawal dari keinginan menghadirkan makanan khas Jawa bagi masyarakat perantauan, kini warungnya dikenal luas oleh warga Kotawaringin Barat hingga para pelancong dari luar daerah.
"Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari nasi tiwul. Banyak pelanggan lama yang tetap datang," ujar Mak Poni, Senin (8/6/2026) siang.
Menurutnya, resep opor ayam kampung yang digunakan masih mempertahankan racikan tradisional turun-temurun. Bumbu-bumbu pilihan dipadukan dengan santan segar sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas.
Warung Nasi Tiwul Mak Poni justru mengalami lonjakan pengunjung saat akhir pekan. Setiap Sabtu dan Minggu, kursi-kursi di warung tersebut kerap terisi penuh oleh pelanggan yang datang dari berbagai wilayah di Kotawaringin Barat.
"Kalau Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai. Banyak keluarga dari Pangkalan Bun dan sekitarnya yang datang untuk sarapan atau makan siang sambil menikmati nasi tiwul dan opor ayam," kata Mak Poni.
Satu porsi nasi tiwul lengkap dengan opor ayam dibanderol sekitar Rp25 ribu. Sementara bagi pelanggan yang ingin menambah lauk, tersedia pula pilihan tambahan ayam opor dengan harga yang bervariasi sesuai ukuran potongan.
Salah satu pelanggan Nasi Tiwul Mak Poni adalah Rina, warga Pangkalan Bun asli Pati, Jawa Tengah. Ia mengaku puas setelah menikmati nasi tiwul dan opor ayam di warung Mbok Poni.
"Rasanya enak sekali dan mengingatkan saya pada makanan khas Jawa. Saya senang karena di Pangkalan Bun dan sekitarnya masih ada yang menjual makanan tradisional seperti ini. Jadi kalau ingin menikmati nasi tiwul tidak perlu jauh-jauh ke Jawa," katanya.
Menurut Rina, perpaduan nasi tiwul dengan opor ayam menghadirkan cita rasa yang unik dan mengenyangkan. Selain itu, harga yang ditawarkan juga terjangkau sehingga cocok dinikmati semua kalangan.
"Di tengah gempuran makanan modern, Nasi Tiwul Mak Poni tetap menjadi salah satu kuliner legendaris yang bertahan di Kotawaringin Barat. Bukan hanya menawarkan rasa, tetapi juga menghadirkan nostalgia dan kehangatan budaya Jawa yang telah berakar puluhan tahun di tanah Borneo," tambahnya.
(des/des)