Begini Proses Pembuatan Bubur Asyura di Banjarmasin, Butuh 41 Campuran Isian

Kalimantan Selatan

Begini Proses Pembuatan Bubur Asyura di Banjarmasin, Butuh 41 Campuran Isian

Khairun Nisa - detikKalimantan
Kamis, 25 Jun 2026 17:40 WIB
Bubur asyura Banjarmasin.
Bubur asyura Banjarmasin. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Banjarmasin -

Tradisi memasak bubur asyura tengah berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bubur yang bercita rasa gurih dan berlemak ini diolah dengan campuran 41 macam campuran isian.

Setiap tanggal 10 Muharram, suasana di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan akan terasa meriah. Selain menjalankan puasa Asyura, masyarakat Banjar juga memiliki tradisi turun-temurun yang masih berlangsung hingga kini, yaitu memasak Bubur Asyura.

Seperti emak-emak di Jalan Uvaya, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan tengah sibuk memasak bubur asyura, Kamis (25/6/2026). Riuh kebersamaan terasa di tengah ibu-ibu mengerjakan tugasnya masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)

Seperti diketahui, memasak bubur asyura di Banjarmasin merupakan tradisi tahunan yang sudah turun temurun. Proses memasak bubur asyura pun dilakukan secara beramai-ramai dengan tetangga maupun keluarga.

Mulyati, salah satu pembuat bubur asyura, menyebut tradisi membubur ini sudah turun temurun sejak keturunan terdahulu. Kini, ia meneruskan tradisi ini bersama warga sekitar.

"Ini sudah turun temurun, sejak bahari kita sudah mulai membuat bubur ini. Sejak nenek nenek terdahulu, kini hanya melanjutkan," ujar Mulyati, Kamis (25/6/2026).

Tradisi memasak Bubur Asyura sebenarnya tidak hanya ditemukan di Kalimantan Selatan, tetapi juga di berbagai daerah lain seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Malaysia. Masing-masing daerah tersebut punya resep dan ciri khas masing-masing.

Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)

Hal paling menarik dari Bubur Asyura khas Banjar adalah banyaknya bahan yang digunakan. Memang tidak ada resep khusus yang sama di setiap daerah atau keluarga. Namun, jumlah bahan biasanya harus mencapai 41 macam sebagai simbol kelimpahan rezeki dan keberkahan.

Bahan pembuatan bubur asyura yang banyak, membuatnya harus dilaksanakan secara gotong royong. Sejak pagi, ibu-ibu setempat sudah mulai memotong dan mempersiapkan sayuran pelengkap.

Campuran yang dimasukkan pun berjumlah 41 macam. Sebetulnya tidak ada resep resmi yang mengatur 41 bahan tersebut, komposisinya bisa berbeda-beda.

Namun yang pasti, bahan di dalamnya yakni wortel, kentang, kangkung, bayam, sawi, pepaya muda, tahu, tempe, kacang merah, kacang putih, kacang hijau, kacang tanah, kacang panjang, kacang polong, oyong, daun singkong, jagung, daun sop, mentimun, pisang muda, terong, labu, kol, singkong, ubi, jantung pisang, batang keladi, labu siam, daun katuk, buncis, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, sereh, kayu manis, laos, daun salam, ayam dan hati, dan telur.

"Ini memang sudah isian rutinnya, pokoknya semua jenis sayur yang tidak pahit kita buat," kata Mulyati.

Proses memasak Bubur Asyura tidaklah sederhana. Karena dibuat dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada banyak orang, bubur biasanya dimasak menggunakan panci berukuran besar.

Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)Ramainya Suasana Saat Emak-emak Masak Bubur Asyura di Banjarmasin. (Khairun Nisa)

Para perempuan biasanya bertugas menyiapkan bahan dan memasak, sementara para lelaki membantu menyiapkan kayu bakar, mengaduk bubur, dan mendistribusikannya kepada warga. Pembuatan Bubur Asyura juga memakan waktu lebih dari tiga jam.

Setelah matang, Bubur Asyura akan dibagikan kepada masyarakat sekitar menjelang waktu berbuka puasa. Ada pula yang dibawa pulang oleh warga untuk dinikmati bersama keluarga.

Tradisi ini juga disambut baik oleh seluruh masyarakat. Secara gotong royong membantu proses pembuatan, hingga pembagian kepada masyarakat setempat.

Pembuatan bubur ini juga dilakukan rutin setiap tahun untuk menjaga tradisi dari nenek moyang terdahulu. Selain itu, proses pembuatan yang melibatkan banyak orang ini membuat bubur ini sangat dinantikan setiap tahunnya.

"Melalui pembuatan ini, kami bisa bersilaturahmi dan bisa saling berkumpul. Ini momen yang dinanti-nantikan," ucapnya.

Bagi masyarakat Banjar, Bubur Asyura adalah sajian yang menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, sarana berbagi rezeki, sekaligus ajang mempererat silaturahmi.

Soal dana pembuatan, Mulyati menyebut melalui sumbangan sukarela yang dikumpulkan sehari sebelum pelaksanaan pembuatan bubur. Sumbangan ini pun beraneka ragam, boleh dalam bentuk uang, ataupun bahan pembuatan bubur.

"Sumbangan sukarela masyarakat setempat, yang mau berpartisipasi kita sambut baik," ungkap Mulyati.




(aau/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads