Perjalanan Borneo FC Samarinda sepanjang tahun 2025 merupakan sebuah kisah tentang kebangkitan dan ambisi. Berawal dari kegagalan menembus tiga besar di akhir musim lalu, manajemen Pesut Etam langsung melakukan transformasi.
Di bawah arahan pelatih baru, Fabio Lefundes, terjadi perombakan pemain hingga mencapai rekor win streak yang fenomenal. Sayangnya, Borneo FC justru tersandung di akhir tahun setelah gagal bertahan di puncak klasemen.
Akhiri Musim 2024/2025 Jadi Peringkat 5
Borneo FC mengawali tahun 2025 dengan kekalahan 1-3 dari Semen Padang pada 14 Januari 2025. Hingga akhir musim, Borneo tidak bisa mengalahkan dominasi Persib Bandung di Liga 1 musim kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klasemen akhir menempatkan Borneo FC di posisi kelima dengan 56 poin. Poin ini diperoleh dari 16 kemenangan, 8 seri, dan 10 kekalahan. Jika dibandingkan Persib Bandung yang keluar sebagai juara, selisihnya 13 poin.
Sebetulnya peluang Borneo mencapai 3 besar masih terbuka hingga laga terakhir. Terbukti selisih Borneo dengan Malut United di peringkat ketiga hanya terpaut 1 poin.
Ganti Pelatih, Datangkan Joel Vinicius
Salah satu perubahan besar yang dilakukan untuk menghadapi Super League 2025/2026 adalah dengan mengganti pelatih. Manajemen Borneo FC Samarinda menunjuk Fabio Lefundes sebagai pelatih kepala untuk menggantikan Joaquin Gomez.
Setidaknya ada 9 pemain yang dilepas, antara lain Pato, Berguinho, Kenzo, dan Ronaldo. Sebagai gantinya, klub yang bermarkas di Stadion Segiri ini mendatangkan Juan Villa, Maicon Souza, Mohammad Al-Husseini, Rayhan Utina, Haykal Alhafiz, Faris Adit, Redzuan Fachigi, dan Ahmad Agung.
Tak cuma itu, kiper berpengalaman Syahrul Trisna juga didatangkan dari PSIS Semarang. Pemain asal Brasil turut memperkuat tim musim ini, yakni Westherley Garcia di bek kiri dan Joel Vinicius sebagai striker.
Bikin Rekor Win Streak
Borneo FC menatap musim 2025/2026 dengan optimistis. Kemenangan demi kemenangan pun diperoleh secara beruntun hingga pertandingan ke-11.
Rekor win streak atau kemenangan beruntun ini harus kandas di tangan Bali United yang sukses menaklukkan keperkasaan Borneo 0-1 di Stadion Segiri pada laga ke-12. Sialnya, Borneo kembali kalah pada laga selanjutnya melawan Persib Bandung dengan skor 1-3.
Melihat hasil tersebut, Borneo FC beruntung karena laga melawan Persib Bandung ini seharusnya digelar pada pekan keempat, yakni 31 Agustus 2025. Andai hasil pertandingan berakhir sama, tentu Borneo tidak bisa mendapatkan 11 kemenangan beruntun.
Akhiri 2025 dengan Gagal di Puncak
Tahun 2025 ditutup dengan laga tunda melawan Malut United pada Minggu (28/12/2025) di Stadion Gelora Kie Raha di Ternate, Maluku Utara. Kick off pukul 13.30 WIB. Pertandingan ini seharusnya digelar pada pekan ke-8.
Hasilnya, Borneo FC tersandung karena harus pulang dengan kekalahan 2-3, berkat gol Malut United yang tercipta di injury time babak kedua. Bukan sekadar kekalahan, laga terakhir di 2025 ini membuat Pesut Etam dikudeta dari puncak klasemen oleh Persib Bandung.
Kekalahan ini juga menyesakkan. Pasalnya setelah 11 kemenangan beruntun, Borneo FC gagal menang dalam empat kali pertandingan setelahnya.
Dari total 15 laga, Borneo meraih 11 kemenangan, 1 kali seri, dan 3 kali kalah, sehingga memperoleh 34 poin. Pesut Etam untuk sementara berada di peringkat kedua klasemen, hanya kalah selisih gol dari Persib Bandung.
Akankah Borneo FC kembali ke performa terbaiknya? Kita saksikan bersama-sama di tahun 2026!