Borneo FC Akui Kalah dari Persita, Fabio: Penalti yang Kekanak-kanakan

Borneo FC Akui Kalah dari Persita, Fabio: Penalti yang Kekanak-kanakan

Muhammad Budi Kurniawan - detikKalimantan
Jumat, 09 Jan 2026 19:33 WIB
Pelatih Borneo FC Fabio Lafundes. (Istimewa)
Foto: Pelatih Borneo FC Fabio Lafundes. (Istimewa)
Samarinda -

Borneo FC harus pulang tanpa poin usai takluk 0-2 dari Persita Tangerang pada laga pekan ke-17 Super League 2025/2026. Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menilai hasil tersebut memang layak diterima timnya.

Fabio menyebut Persita tampil dengan motivasi tinggi sejak awal laga. Sebaliknya, Borneo FC justru kembali melakukan kesalahan yang sama dengan kebobolan cepat.

"Hasil hari ini adil dan memang pantas. Persita ingin mencari tiga poin sejak awal, sementara kami tidak bermain dengan pendekatan yang sama," kata Fabio usai pertandingan, Jumat (9/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya gol cepat yang bersarang di menit ketiga membuat Borneo FC kesulitan mengembangkan permainan. Fabio mengakui situasi tersebut berdampak besar terhadap mental pemainnya.

"Kami kembali kebobolan sangat cepat, itu membuat tim langsung terpukul dan sulit melakukan penyesuaian," ujarnya.

Meski tertinggal lebih dulu, Borneo FC sempat mendapat peluang emas untuk menyamakan skor. Namun kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan. Fabio juga menilai Persita sangat berbahaya melalui situasi bola mati.

Di babak kedua, Borneo FC mencoba melakukan perubahan dengan pergantian pemain. Namun penyesuaian tersebut tidak berjalan sesuai harapan, terlebih setelah salah satu pemainnya mengalami cedera.

"Kami sudah menyiapkan rencana pergantian, tapi cedera membuat kami harus mengubah rencana. Sayangnya perubahan itu tidak memberi dampak positif," ucap Fabio.

Situasi semakin sulit setelah Borneo FC melakukan pelanggaran yang berujung penalti. Fabio menilai penalti tersebut tidak seharusnya terjadi.

"Kami membuat penalti yang tidak perlu, penalti yang kekanak-kanakan," tegasnya.

Dengan hasil ini, Persita aman di peringkat lima dengan 31 poin. Borneo tetap di puncak klasemen dengan 37 poin, namun posisi mereka rawan digeser Malut United (34 poin) yang bertemu Persebaya Sabtu besok serta Persija (35 poin) dan Persib (35 poin) yang akan saling berduel hari Minggu.

Terkait posisi Borneo FC di klasemen sementara, Fabio menyadari peluang timnya untuk tergeser terbuka lebar. Ia mengakui timnya belum menunjukkan performa yang layak untuk berada di puncak.

"Saya ingin menutup putaran pertama di posisi teratas, tapi itu harus pantas didapatkan. Hari ini kami bahkan mungkin tidak pantas selama lima menit," ungkapnya.

Fabio menegaskan persaingan masih panjang. Ia meminta timnya untuk segera bangkit dan menunjukkan konsistensi jika ingin bersaing dalam perebutan gelar juara.

"Masih ada 17 pertandingan ke depan. Tim yang ingin menjadi juara harus bekerja lebih keras dan membuktikannya di lapangan. Keberuntungan tidak akan datang berkali-kali," katanya.

Sementara itu, pemain Borneo FC Muhammad Shiran juga mengajak rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan.

"Kami harus mengangkat kepala. Perjalanan liga masih panjang dan semuanya tidak akan mudah. Kalau ingin jadi juara, kami harus bekerja lebih keras dan lebih fokus ke depan," ujar Shiran.




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads