Presiden FIGC Mundur, Mancini-Pep Masuk Bursa Kepelatihan

Presiden FIGC Mundur, Mancini-Pep Masuk Bursa Kepelatihan

Tim detikSport - detikKalimantan
Jumat, 03 Apr 2026 13:17 WIB
Soccer Football - World Cup - AFC Qualifiers - Group C - Saudi Arabia v Indonesia - King Abdullah Sports City, Jeddah, Saudi Arabia - September 5, 2024 Saudi Arabia coach Roberto Mancini before the match REUTERS/Stringer
Roberto Mancini. Foto: REUTERS/Stringer
Roma -

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) tengah mengalami guncangan besar menyusul kegagalan Timnas Italia melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Gabriele Gravina resmi mundur dari jabatan Presiden FIGC, sementara nama Roberto Mancini hingga Pep Guardiola kini santer masuk dalam radar kepelatihan yang baru.

Gravina mengundurkan diri pada Kamis (2/4/2026), kurang dari dua hari seusai Italia dipastikan tak lolos ke Piala Dunia 2026. Ini menjadi kegagalan kedua Gli Azzurri di bawah rezim pria berusia 72 tahun tersebut, atau ketiga kalinya secara berturut-turut gagal tampil di ajang empat tahunan itu.

Meski belum ada pengumuman resmi, pelatih Gennaro Gattuso juga dikabarkan akan segera meletakkan jabatannya usai rentetan hasil buruk ini. Perombakan besar-besaran di tubuh sepakbola Italia pun diyakini akan segera terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pencarian nakhoda baru, sejumlah nama mulai mencuat. Dua kandidat utama yang dinilai mumpuni adalah Antonio Conte dan Roberto Mancini.

Menurut laporan Calciomercato, seorang sumber dekat Mancini menyebut pelatih 61 tahun itu percaya diri akan kembali ditunjuk melatih Italia. Peluang kembalinya Mancini dinilai besar terutama jika Giovanni Malago, mantan Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI) 2013-2025, terpilih menjadi Presiden FIGC menggantikan Gravina.

Mancini sebelumnya pernah menukangi Italia pada 2018-2023. Ia sukses membawa Gli Azzurri memenangi Euro 2020 serta mencetak rekor tak terkalahkan selama 37 laga. Meski demikian, ia juga punya noda lantaran gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2022 sebelum akhirnya mundur pada Agustus 2023 akibat perselisihan dengan FIGC.

Selain nama-nama lokal, ada satu kandidat mengejutkan yang muncul ke permukaan, dia adalah Pep Guardiola. Dikutip dari media-media Italia, Guardiola berpotensi meninggalkan Manchester City pada musim panas nanti setelah satu dekade menukangi klub Inggris tersebut karena membutuhkan tantangan baru.

Ada kemungkinan Guardiola lebih memilih melatih timnas karena beban dan intensitas kerjanya tidak seberat di klub. Secara filosofi, gaya permainan penguasaan bola ala Guardiola memang bertolak belakang dengan Catenaccio khas Italia.

Guardiola pun tidak asing dengan sepakbola Negeri Pizza. Ia pernah merumput di Italia bersama Brescia dan AS Roma. Saat di Brescia, Guardiola sempat dilatih oleh pelatih kawakan Carlo Mazzone yang membuatnya punya pemahaman mendalam soal taktik khas Italia.

Pelatih asal Spanyol itu juga masih sering mengunjungi Italia dan sangat fasih berbahasa setempat. Namun apakah Guardiola mau menangani Italia yang sedang terpuruk?

Artikel sudah tayang di sini dan di sini.




(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads