Pusamania dikenal sebagai salah satu kelompok suporter militan dari Kalimantan Timur (Kaltim). Pusamania dikenal memiliki loyalitas tinggi terhadap klub kebanggaannya, Borneo FC Samarinda.
Pusamania menjadi pondasi sebelum Borneo Football Club (Borneo FC) didirikan pada 7 Maret 2014. Pusamania kemudian bertransformasi menjadi komunitas yang mendukung kesebelasan kebanggaan Kaltim.
Semangat yang konsisten membuat Pusamania bukan sekadar kumpulan pendukung, tetapi telah menjadi bagian penting dari identitas klub. Perjalanan panjang Pusamania tidak terlepas dari dinamika perkembangan sepak bola di Kalimantan Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Pusamania
Pusamania saat mendukung Borneo FC dalam laga tunda pekan ke-21 Super League 2025/26, melawan Persib Bandung. Foto: (Instagram @borneofc.id) |
Pusamania merupakan singkatan dari Putra Samarinda Mania, sebagai kelompok suporter yang mendukung klub sepak bola Borneo FC Samarinda, Kalimantan Timur. Pusamania didirikan pada 9 April 1994 silam.
Sejarah Pusamania bermula pada tahun 1994 ketika mantan pemain tim nasional, Bambang Nurdiansyah, bergabung dengan Persatuan Sepak Bola Putra Mahakam (PUMA) pada masa kompetisi masih bernama Kodak Galatama 1994/1995.
Saat itu, Bambang cukup terkejut melihat antusiasme masyarakat Samarinda terhadap sepak bola. Pada periode tersebut pula terjadi perubahan penting dalam manajemen klub, yakni pergantian nama dari PS Putra Mahakam menjadi PS Putra Samarinda.
Selain membentuk kelompok suporter, pada tahun yang sama juga disepakati pendirian Sekolah Sepak Bola (SSB) Putra Samarinda sebagai wadah pembinaan pemain muda. Tahun 1994 menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola Samarinda karena berdirinya Pusamania dan SSB PUSAM, serta perubahan nama klub menjadi Persisam Putra Samarinda (PUSAM).
Inisiatif ini mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting sepak bola Kalimantan Timur, termasuk Harbiansyah H, Lamtana, serta Wali Kota Samarinda saat itu, H.A. Waris Husain. Kehadiran Pusamania mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola di Samarinda.
Laga tunda pekan ke-21 Super League 2025/26, Borneo FC vs Persib Bandung menjadi laga terakhir Pesut Etam di bulan Ramadan. Foto: (Instagram @borneofc.id) |
Dirangkum dari media sosial Pusamania, @pusamaniaidn di instagram, Awalnya, kelompok ini merupakan pendukung tim putra Samarinda. Kemudian, Pusamania ingin membangun klub baru murni putra daerah.
Keinginan tersebut didukung oleh pengusaha Samarinda, Said Amin. Lisensi klub Divisi Utama Perseba Bangkalan kemudian diakuisisi oleh PT Nahusam Pratama Indonesia, menjadi Borneo FC.
Putra Said Amin, Nabil Husien Said Amin ditunjuk sebagai pemilik atau President Club Borneo FC. Saat itu, nama yang digunakan ialah Pusamania Borneo FC (PBFC).
Klub tersebut kemudian bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Gelar juara Divisi Utama diraih pada tahun 2014. Prestasi tersebut terasa sangat istimewa karena mampu dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun sejak klub didirikan.
Dilansir dari detikSepakbola, Pusamania mengeluarkan dana Rp 3 miliar untuk membeli Perseba. Stadion Segiri Samarinda kemudian dipilih sebagai home base.
Borneo FC punya maskot bernama Orca, boneka ikan pesut yang mengenakan jersey Borneo warna orange dengan nomor punggung 94. Nama Orca diambil dari nama latin Pesut yaitu Orcaella brevirostris.
Prestasi Borneo FC
Penjaga gawang Nadeo Argawinata (kiri) dan rekannya Diego Michiels (kanan) meniup lilin di atas kue tar dalam perayaan HUT ke-12 klub Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (7/3/2026). Pemain, ofisial dan pendukung bersama merayakan hari ulang tahunnya ke-12 Borneo FC Samarinda hadir dalam pentas sepak bola di Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym. Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT |
Selama 12 tahun berkiprah, sejumlah prestasi telah ditorehkan klub Pesut Etam. Prestasi tersebut tak lepas dari kuatnya dukungan Pusamania. Berikut rentetan prestasinya:
2014 - Juara Liga Indonesia Divisi Utama (sekarang disebut Liga 2)
2015 - Semifinalis Piala Jendral Sudirman
2016 - Juara Piala Gubernur Kaltim
2017 - Runner Up Piala Presiden
2018 - Semifinalis Piala Gubernur Kaltim
2019 - Semifinalis Piala Indonesia
2022 - Runner Up Piala Presiden
2024 - Juara Liga 1 Reguler Season (2023/2024)
2024 - Juara 3 Liga 1 Championship Series (2023/2024)
2024 - Runner Up Piala Presiden
Hasil papan klasemen BRI Liga 1 Indonesia 2024/2025, Borneo FC hanya mampu mengamankan posisi kelima dengan perolehan 56 poin dari 34 laga. Kini dalam BRI Super League 2025/2026 yang tersisa tujuh laga lagi, Borneo FC berhasil mempertahankan posisi kedua di papan klasemen, dengan perolehan 60 poin.
Meski begitu, anak buah Fabio Lefundes tak boleh lengah mengejar ketertinggalan empat poin jika ingin merebut kursi pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Pun Borneo harus terus waspada, posisinya saat ini belum pasti aman sebab ada Persija Jakarta yang bisa sewaktu-waktu menyalip dengan selisih lima poin di bawahnya.
(aau/aau)


