Semen Padang FC harus mengakui keunggulan Borneo FC Samarinda dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026) malam. Kabau Sirah kalah telak dengan skor 0-3 dari Pesut Etam.
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, menyebut kemenangan Borneo FC memang layak didapatkan. Menurutnya, tim tuan rumah tampil lebih siap dan mampu memaksimalkan peluang.
"Selamat buat Borneo FC, mereka pantas menang, mereka lebih siap," ungkapnya di sesi konferensi pers usai pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kalah, Coach Imran tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemainnya yang dinilai telah bekerja keras sepanjang pertandingan.
"Saya mengapresiasi pemain saya. Mereka bermain sangat luar biasa, meskipun beberapa peluang tidak bisa dikonversikan menjadi gol," tambahnya.
Terkait sejumlah kartu kuning yang diterima timnya, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika pertandingan. Ia menyebut laga berjalan dengan intensitas tinggi, sehingga benturan antar pemain tidak terhindarkan.
"Dalam sepak bola itu hal biasa. Ini pertandingan besar, jadi benturan wajar terjadi. Apalagi lawan kita Borneo FC, tim yang kuat, jadi pemain harus bekerja ekstra," jelasnya.
Ia juga menilai perbedaan utama dalam laga ini terletak pada efektivitas penyelesaian akhir. Borneo FC dianggap tampil lebih matang dan sabar dalam memanfaatkan peluang.
"Borneo lebih matang, lebih sabar dan mereka bisa memaksimalkan setiap peluang yang mereka punya," ujarnya.
Senada dengan sang pelatih, pemain Semen Padang, Ricky Ariansyah, menyebut hasil pertandingan ditentukan oleh efektivitas di depan gawang.
"Siapapun yang bisa memaksimalkan peluang, itu yang akan memenangkan pertandingan," singkatnya.
Hasil ini membuat Semen Padang harus segera berbenah, terutama dalam hal penyelesaian akhir, jika ingin bangkit di sisa kompetisi musim ini.
(bai/bai)
