Borneo FC dinilai tidak fair play dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026, Senin (11/5/2026). Itu seperti yang disesalkan Pelatih Bali United Johnny Jansen.
Dikutip detikBali, momen itu terjadi sebelum gol kedua Borneo FC yang dicetak Mariano Peralta melalui titik penalti. Jansen menerangkan, insiden bermula ketika pemain Bali United dan Borneo FC sama-sama terkapar akibat benturan.
Bola kemudian dikuasai Boris Kopitovic. Namun, striker asal Montenegro itu sengaja membuang bola keluar lapangan sebagai bentuk fair play agar pemain yang kesakitan mendapat perawatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun saat bola dimainkan, mereka (Borneo FC) justru tidak membuangnya namun malah memainkannya. Sehingga penalti itu tercipta," ujar Jansen usai laga.
Jansen menyebut apabila penalti tersebut tidak terjadi, laga kemungkinan besar berakhir imbang. "Bahkan itu juga yang membuat saya terpancing emosi dan berkonfrontasi dengan bench Borneo FC," tegasnya.
Tak hanya menyesalkan momen tersebut, Jansen juga kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Padahal, menurutnya, Bali United mampu mengontrol jalannya laga pada babak pertama.
"Di babak pertama kami menguasai pertandingan tapi di babak kedua mereka (Borneo) bermain lebih terbuka. Peralta tampil bagus dengan dua golnya," pungkasnya.
Hasil akhir laga tersebut, Bali United kalah 2-3. Tiga gol Borneo FC yang bersarang ke gawang Mike Hauptmeijer dicetak Mariano Peralta dengan dua gol dan Juan Villa. Sementara dua gol Bali United dicetak Teppei Yachida serta satu gol bunuh diri pemain Borneo FC.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/des)
