Serunya 'Nobar Vintage' Piala Dunia 2026 di Rumah Sejarah Heritage C Willem

Kalimantan Tengah

Serunya 'Nobar Vintage' Piala Dunia 2026 di Rumah Sejarah Heritage C Willem

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 12 Jun 2026 19:29 WIB
Nobar Piala Dunia 2026 di Rumah Sejarah Heritage C William Kamis (11/6) malam.
Nobar Piala Dunia 2026 di Rumah Sejarah Heritage C Willem Kamis (11/6) malam. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Kotawaringin Barat -

Masyarakat si Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah turut merasakan euforia Piala Dunia 2026. Antusiasme tersebut terlihat dari salah satu kegiatan nobar di Rumah Sejarah Heritage C Willem yang berada di kawasan Lanud Iskandar Pangkalan Bun.

Lokasi bersejarah tersebut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, khususnya pencinta sepak bola. Penonton terlihat antusias memberikan dukungan kepada tim favorit mereka sambil menikmati jalannya pertandingan.

Bagi sebagian masyarakat, nobar di Rumah Sejarah Heritage C Willem memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan lokasi lainnya. Selain menyaksikan pertandingan kelas dunia, mereka juga dapat menikmati suasana bangunan yang memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Pangkalan Bun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah Heritage C Willem Pangkalan Bun.Tampak depan Rumah Heritage C Willem Pangkalan Bun. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan

Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letkol Pnb Nugroho Tri Widyanto mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antaranggota dan masyarakat. Menurutnya, nobar mampu menghadirkan ruang interaksi yang positif di tengah tingginya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026.

"Seriap penonton memiliki tim atau negara favorit yang berbeda-beda. Namun perbedaan tersebut tidak mengurangi semangat kebersamaan dan saling menghormati selama menyaksikan pertandingan," ujar Letkol Nugroho, Jumat (12/6/2026).

Menurut Nugroho, sepak bola merupakan alat pemersatu bangsa yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat. Melalui kegiatan nobar, masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi, dan mempererat tali persaudaraan. Ia juga menilai semangat sportivitas yang ditampilkan para pemain di lapangan menjadi nilai positif yang patut dicontoh.

"Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Sepak Bola sekaligus anggota Exco PSSI Kotawaringin Barat, Yusro Arodi, mengatakan demam Piala Dunia 2026 kini merambah hampir seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga paling populer yang mampu menyatukan perhatian masyarakat.

"Antusiasme yang muncul dari berbagai kelompok usia menjadi bukti kuat besarnya daya tarik olahraga tersebut," ujar Yusro.

Ia menambahkan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi edisi yang bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta yang bertambah menjadi 48 tim membuat persaingan semakin menarik untuk disaksikan oleh para penggemar sepak bola.

"Euforia Piala Dunia 2026 diperkirakan akan terus menghangat di Kotawaringin Barat dalam beberapa waktu ke depan. Kegiatan nobar seperti yang digelar di Rumah Sejarah Heritage C Willem pun menjadi simbol nyata kebersamaan, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola," ujar dia.

Untuk diketahui piala dunia 2026 dimulai sejak Kamis 11 Juni 2016. Malam ini (Jumat) pertandingan antara Maroko vs Israel akan berlangsung.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Euforia Piala Dunia 2026 Bawa Rezeki ke Penjahit Bendera di Polman"
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads