Hasil mengejutkan kembali terjadi di penyisihan grup Piala Dunia 2026. Tim-tim unggulan yang diprediksi meraih kemenangan justru harus puas berbagi poin dengan lawan-lawannya. Itu membuat persaingan semakin sulit ditebak.
Salah satu kejutan terbesar terjadi saat Spanyol menghadapi Tanjung Verde. Tim yang menempati peringkat kedua dunia tersebut gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang 0-0 hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan.
Hasil tersebut langsung menjadi sorotan para pencinta sepakbola dunia. Banyak pihak tidak menyangka Spanyol yang diperkuat sejumlah pemain bintang gagal menembus pertahanan disiplin yang diperagakan Tanjung Verde sepanjang pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya laga Spanyol, kejutan juga hadir dalam pertandingan antara Uruguay melawan Arab Saudi. Tim asal Asia itu sukses menahan Uruguay dengan skor 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit.
Arab Saudi bahkan sempat unggul lebih dulu sebelum Uruguay menyamakan kedudukan. Hasil itu menjadi bukti tim-tim Asia mampu bersaing dengan negara-negara yang memiliki tradisi sepakbola kuat.
Sementara itu, Iran juga tampil impresif saat menghadapi Selandia Baru. Pertandingan berjalan menarik dan berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah kedua tim saling membalas gol sepanjang laga.
Pengamat sepakbola Kotawaringin Barat (Kobar), Yusro Arodi, menilai rentetan hasil tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia kali ini menjadi salah satu turnamen yang paling sulit diprediksi dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Yusro, hasil imbang yang diraih Tanjung Verde saat menghadapi Spanyol menjadi bukti nyata bahwa peringkat dunia tidak selalu menentukan hasil akhir di lapangan.
"Spanyol yang berada di peringkat kedua dunia ditahan imbang Tanjung Verde 0-0. Ini menunjukkan bahwa peringkat dunia bukan jaminan sebuah tim bisa dengan mudah mengalahkan lawannya," kata Yusro, Selasa (16/6/2026).
Yusro yang juga merupakan pengurus KONI Kotawaringin Barat mengatakan seluruh peserta Piala Dunia datang dengan persiapan yang sangat matang. Perbedaan kualitas antartim kini semakin tipis sehingga peluang terjadinya kejutan menjadi lebih besar.
Ia juga memberikan apresiasi kepada wakil Asia yang mampu menunjukkan perkembangan signifikan. "Hasil-hasil ini membuktikan bahwa sepakbola dunia semakin merata. Tim besar tetap harus bekerja keras untuk meraih kemenangan, sementara tim yang selama ini dianggap nonunggulan mampu memberikan kejutan. Karena itu saya menilai Piala Dunia kali ini sangat sulit diprediksi," pungkas Yusro.
(sun/aau)
